web analytics

http://uin-suska.ac.id/id/18-berita/104-uin-suska-riau-milad-ke-ix

PEKANBARU – Universtas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN-Suska) Riau rayakan hari jadinya yang ke-IX pada Selasa (11/2/14).

 

Perayaan milad kali ini tidak jauh berbeda dengan perayaan milad tahun-tahun sebelumnya. Seluruh civitas UIN-Suska Riau mulai dari dekan, pembantu dekan, staf akademik, dosen dan mahasiswa mengikuti upacara di depan halaman rektorat yang dilanjutkan dengan pawai keliling di lingkungan kampus. Milad ke-IX bertema Change Towards Advance ini juga dimeriahkan oleh Suska Marching Band dan pelepasan balon.

Selain itu, dalam rangka memeriahkan milad, panitia pelaksana mengadakan beberapa pertandingan dan perlombaan antar unit kerja pada 10-17 Februari diantaranya cabang olahraga, seni, MTQ dan lomba permainan tradisional seperti menangkap belut, pacu goni dan tarik tambang. Sementara itu, untuk mahasiswa panitia adakan porseni yang akan berlangsung 19 Februari-25 Maret diantaranya cabang olahraga, seni dan cabang khusus seperti tilawatil, hifzil, syarhil, fahmil, khattil quran dan pidato tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Arab dan Bahasa Inggris.

Menurut Wakil Rektor III, Dr. M. Akhyar, M.Ag sesuai dengan tema milad kali ini yaitu berubah untuk maju, menjadikan ajang evaluasi bagi kita semua, sejauh mana langkah yang telah kita capai dan apa yang harus kita perbaiki untuk mewujudkanWorld Class University.

Salah seorang mahasiswa UIN-Suksa Riau, Gilang, mengungkapkan di usia UIN-Suska Riau  ke-IX ini, berharap kepada rektor baru dan semua jajaran agar lebih memantapkan langkah dalam meraih World Class University.

“Saya berharap pihak kampus harus adil, dalam artian jangan bebani mahasiswa dengan jadwal akademik yang terlalu banyak menyita waktu, sehingga mahasiswa tidak ingin mengembangkan diri di UKK atau UKM,”harapnya

Sementara itu, mahasiswi Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Fitriani, berharap kedepan UIN-Suska Riau lebih baik lagi.

“Saya masih melihat banyak pelanggaran yang dianggap biasa di UIN seperti masih adanya muslimah tanpa jilbab, mengenakan celana jeans, boncengan yang bukan mahram dan lain sebagainya, “sepertinya aturan di UIN semakin kendor”,” tutupnya.

Kontributor: Lestari

Editor: Dewi Sukartik

Leave a Reply