Home / Kolom Guru Besar / Marhaban Ya Ramadhan (Prof. Dr. Ilyas Husti, MA)
ilyas

Marhaban Ya Ramadhan (Prof. Dr. Ilyas Husti, MA)

Direktur Program Pascasarjana UIN Suska Riau

Kata Marhaban Ya Ramadhan  merupakan istilah yang telah menjadi trend oleh setiap muslim di Indonesia bahkan termasuk di negara lainnya untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Marhaban berarti selamat datang. Istilah ini mengandung makana filosofis yang mendalam yaitu menunjukkan rasa gembira dan rasa syukur dengan datangnya sesuatu yang amat istimewa yang penuh barakah dan kemuliaan. Orang-orang  arab ketika menyambut tamu kehormatannya, mereka selalu menyambutnya dengan menggunakan kata-kata Marhaban. Hal ini menunjukkan bahwa tamu yang datang itu harus dihormati dan dimuliakan.

Ramadhan adalah tamu agung umat Islam, karena Ramadhan merupakan Said al-syuhur (penghulu dari segala bulan). Dalam hadis Rasulallah disebutkan bahwa dalam satu pekan itu ada satu hari yang istimewa yang disebut dengan Said al-ayyam (penghulu dari semua hari) yaitu jumat. Dan dalam dua belas bulan itu ada satu bulan yang istimewa yaitu bulan Ramadhan. Ramadhan disebut bulan istimewa tamu agung bagi umat Islam karena bulan Ramadhan itu mengandung banyak keistimewaan dan keutamaan. Diantara keistimewaan dan keutamaannya yakni aspek penamaannya.

Dalam ajaran agama dinyatakan bahwa Ramadhan mempunyai banyak nama yaitu ; Pertama, Syahr al-Shiyam. Kata ini bermakna bulan menahan yaitu menahan diri dari perbuatan dan perilaku yang dilarang yang dapat membatalkan puasa serta merusak nilai-nilai ibadah puasa. Orang yang berpuasa akan dapat menahan dirinya dari segala bentuk perbuatan yang dilarang oleh agama.

Kedua, Syahr al-Ramadhan. Artinya bulan pembakar. Istilah ini makasudnya adalah orang yang berpuasa pada bulan ini berdasarkan iman dan keikhlasan, allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.

Ketiga, Syahr al-Rahmah, artinya bulan yang penuh rahmah. Rahmah berarti kasih sayang atau bisa juga bermakna rahmat. Ramadhan datang dengan membawa rahmat yang luar biasa antara lain ; tidur menjadi ibadah, diam sama nilainya dengan bertasbih, ibadah dilipatgandakan pahalanya di sisi Allah SWT dan banyak lagi rahmat-rahmat lainnya.

Keempat, Syahr al-Maghfirah, yaitu bulan keampunan. Ramadhan datang membawa keampunan terhadap dosa-dosa manusia. Dalam beberapa hadis Rasulallah dijelaskan , ada tiga ibadah yang dapat  mengampuni dosa-dosa anak Adam yaitu puasa, ibadah qiyam ar-ramadhan dan ibadah qiyam lailat al-qadar.

Kelima, Syahr ‘Iqqu min al-nar, yaitu bulan yang dapat membebaskan manusia dari azab neraka. Keenam, Syahr al-Quran, yaitu bulan Alquran, karena Alquran diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW, pada bulan Ramadhan untuk menjadi pedoman dalam kehidupan manusia, dan banyak lagi nama-nama lainnya yangmenunjukkan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut.

Dari aspek ibadahnya. Dalam ajaran agama disebutkan bahwa Ramadhan adalah bulan ibadah. Dalam hukum Islam disebutkan bahwa Ibadah adalah setiap amal baik yang dikerjakan karena mengharapkan ridha Allah SWT. Bulan Ramadhan memberikan kesempatan yang sangat banyak kepada umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Ibadah-ibadah yang dapat dikerjakan adalah; Ibadah Mahdhah yaitu ibadah-ibadah yang wajib dikerjakan seperti salat lima waktu, puasa Ramadhan , zakat dan haji. Rasulallah menyampaikan bahwa ibadah sunnah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan ibadah wajib di luar Ramadhan. Sedangkan ibadah wajib pahalanya dilipatgandakan.

Ibadah Ghairu Mahdhah yaitu yang terkait erat dengan aktifitas manusia sehari-hari dalam rangka hablumminannas, seperti jual beli, jihad, munakahat dan beberapa mu’amalah lainnya. Ibadah puasa mengendalikan manusia agar selalu benar, jujur, sopan santun dan mematuhi segala aturan dan norma-norma yang berlaku. Ibadah Ghairu Mahdhah merupakan ibadah sosial yang kaitannya dengan manusia dan lingkungan di sekitarnya. Karenanya dalam bulan Ramadhan setiap umat Islam harus lebih terpacu lagi melaksanakan amal-amal sosial yang terkait kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitarnya seperti berinfak, sedekah, membantu anak yatim, fakir miskin, anak-anak terlantar dan lain sebagainya.

Dari aspek pahalanya. Dalam hadis Rasulallah disebutkan bahwa pahala orang yang melaksanakan ibadah puasa sangat besar dan dilipatgandakan. Ibadah puasa dapat mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.

Ibadah puasa dapat menghantarkan seseorang menjadi hamba Alllah yang muttaqin. Dalam surat al-Baqarah ayat 183.

Ibadah puasa dapat membangkitkan semangat manusia dalam beramal dan berkarya. Rasulallah SAW bersabda, “Sekiranya umatku mengetahui rahasia-rahasia amal ibadah di bulan Ramadhan, niscaya mereka akan memohon kepada Allah SWT agar Allah menjadikan semua bulan ini menjadi bulan Ramadhan. (HR. Muslim)

Jika dipahami secara mendalam tentang keagungan bulan Ramadhan ini, tentu manusia tidak akan mampu untuk menjelaskan secara tuntas. Karena banyaknya keistimewaan dan keutamaan yang terdapat  di dalamnya. Berbahagialah kita yang masih diberi nikmat hidup dan sehat  oleh Allah sehingga kita dapat bertemu dan beramal secara maksimal di bulan ini. Mari kita sambut datangnya Ramadhan tahun ini dengan suka cita. Semoga Allah SWT memberkati dan meridhoi kita semuanya. Amin ya Rabbal ‘alamiin.

 

Diposkan oleh Tim Liputan Suska News (Suardi, Donny, Azmi, PTIPD)

Dikutip dari Riau Pos Edisi Senin (06/06/2016)

redaksi@uin-suska.ac.id

About Editor

Check Also

akbarizan

Bulan Menuntut Ilmu (Prof Dr H Akbarizan MA MPd)

Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau Bila Ramadan datang kegiatan-kegiatan menuntut ilmu …