web analytics

Ma’had Al Jamiah Bekali Mahasantri Keterampilan Memasak di Pandu Chef Denmark

Menjadi mahasantri Ma’had Al Jamiah UIN Suska Riau tak hanya sekedar bertempat tinggal di asrama saja. Mereka juga dibekali sejumlah pelatihan ketrerampilan setiap minggunya. Hal ini bertujuan untuk memberikan keahlian lebih yang tidak didapat mahasiswa lainnya.
Salah satunya pelatihan memasak. Minggu ini pelatihan terasa spesial karena pihak ma’had menghadirkan chef Ahmad Furqon Nur dari Denmark. Ia berbagi ilmu memasak sehat dengan bahan alami tanpa penyedap rasa. Ada empat menu yang dilatih dalam kegiatan itu, diantaranya pancake nanas pisang, bakso tanpa tepung, hingga steak hakkebof khas Denmark.
Hal ini disambut baik oleh para mahasantri dan mahasantriwati Ma’had Aljamia. Mereka antusias mengikuti pelatihan karena mereka tidak hanya diajarkan mengolah masakan yang sehat, tetapi juga diajarkan bagaimana memilih bahan yang berkualitas. Beragam pertanyaan mereka bersahutan dengan denting dandang dan pinggan. Pelatihan terasa hidup karena dilakukan dengan praktek langsung dari bahan yang telah tersedia.
“Pengalaman ini sangat langka dan bermanfaat bagi saya,”ujat Resti salah satu mahasantriwati yang mengikuti pelatihan. Menurutnya pelatihan ini sangat berguna baginya bukan untuk saat ini saja, tetapi menjadi modal berharga bagi masa depannya ketika berumah tangga nanti.
Ia juga memuji kemampuan chef Ahmad Furqon Nur dalam mengolah resep. Menurutnya resep yang diajarkan tidak Cuma sehat tetapi juga lebih lezat dibanding dengan masakan yang dibumbui dengan penyedap rasa dari bahan kimia. “Malah lebih lezat dengan bahan alami,”katanya.
Syekh Ma’had Aljamiah, Dr H Masyhuri Putra menceritakan bagaimana awal mula pihak ma’had dapat menghadirkan chef handal dari Denmark ini. Ahmad Furqon Nur merupakan sahabatnya selama menjadi santri di pesntren gontor Jawa Tengah. Selepas lulus, Ahmad Furqon Nur merantau kesalah satu negeri skandinavia ini dan beralih kewarnegaraan. Hingga saat ini chef ahmad furqon berdomisili di Kopenhagen bersama keluarganya.
Mendapat kabar ia berkunjung ke Indonesia, Dr Masyhuri langsung menghubunginya untuk meminta waktu berbagi ilmu di UIN Suska. Meski dengan waktu persiapan yang cukup singkat, pelatihan berjalan lancer hingga waktu ashar menjelang. “Selagi ada kesempatan,”katanya.
Saat dijumpai, Ahmad Furqon Nur yang baru usai mencicipi masakan salah satu hidangan mahasantri mengaku puas dengan pelatihan yang digelar. Ia sangat senang diberi kesempatan berbagi ilmu di kampus UIN Suska Riau. Menurutnya peserta sangat antusias terhadap ilmu yang ia bagikan. “Jika diberi kesempatan lagi, saya akan datang,”katanya.
Menurutnya tidak terlalu sulit mengajarkan ilmu memasak kepada mahasantri Ma’had Al Jamiah. Hal ini karena kebanyakan peserta sudah terbiasa memasak. Mahasantri cepat belajar dan bersemangat mengikuti pelatihan. “Mereka cepat belajar,”katanya.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para pelatihan untuk menciptakan kebiasaan memasak di Ma’had. Menurutnya memasak bukan hanya kebutuhan, tetapi juga bisa dijadikan hobi untuk melepas penat usai melakukan kuliah. Selain itu, ia juga berharap mahasantri dapat kreatif mengolah masakan sehat. “Tanamkan dalam diri bahwa Cooking is My Passion,”katanya
Pelatihan besar dengan mendatangkan pakar yang handal akan digelar setiap tahunnya ole pihak Ma’had Aljamiah. Hal ini bertujuan untu memberikan keterampilan yang tidak ia dapat di bangku kuliah. Selain itu, ada pelatihan-pelatihan kecil setiap minggunya digelar di Ma’had Aljamiah. Diantaranya pelatihan menjahit, desain grafis serta Microsoft Word.

 

#Teamnews – Hafiz/SE