Home / Berita Utama / Mars Yaa Lal Wathon berkumandang di UIN SUSKA RIAU
nkri

Mars Yaa Lal Wathon berkumandang di UIN SUSKA RIAU

uin-suska.ac.id    Mars Yaa Lal Wathon merupakan lagu yang sangat terkenal dikalangan NU baik dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dalam kehidupan di Pesantren. Gus Dur meninggalkan  warisan berupa “singir tanpo waton” (syair tanpa landasan) yang menjelaskan kecintaan warga NU kepada Bangsa dan negara Indonesia.  Bagi pesantren dan NU, Negara Indonesia adalah martabat. Harga diri. Memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia adalah merebut harga diri. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mempertahankan harga diri. Memperjuangkan Cita-cita Proklamasi adalah memperjuangkan martabat kemanusiaan. Dalam Apel Akbar deklarasi setia NKRI, anti Hoaks dan anti Radikalisme, lagu ini dikumandangkan, sebagai salah satu cara menumbuh kembangkan cinta tanah air dan  anti hoax dan anti radikalisme.

Hoax itu merupakan  bahasa Indonesia kini bisa menggunakan ejaan ” hoaks” dengan “ks” di belakang sebagai bentuk kata serapan dari bahasa asing ” hoax” yang belakangan kerap ramai digunakan, terutama di ranah media sosial. Adapun kata hoaks dalam KBBI dikategorikan sebagai ajektiva dan nomina. Sebagai ajektiva, kata hoaks berarti tidak benar; bohong. Dalam penulisannya sebagai frasa, hoaks ini menggunakan kata yang diterangkan terlebih dahulu, misalnya menjadi “berita hoaks”. Namun, hoaks juga bisa berdiri sendiri sebagai nomina dengan arti “berita bohong”.

Radikalisme dalam artian bahasa berarti paham atau aliran yang menginkan perubahan atau pembaharuan social dan politik dengan cara kekerasan atau dengan cara drastis.  Sementara itu Radikalisme  menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

Kedua hal ini lah yang menjadi point penting dalam apel akbar di halaman depan Rektorat UIN SUSKA RIAU.  Oleh sebab itu Lagu mars itu pada hari kamis (26-07-2018) dinyanyikan bersama-sama di lapangan depan Rektoran UIN SUSKA RIAU. Lagu itu membangkitkan semangat cinta tanah air. Berikut cuplikan videonya :

 

https://youtu.be/nU6DZvJ6Fjs

Mars  Yaa Lal Wathon menurut sebahagian orang merupakan Karya: KH. Abdul Wahab Chasbullah (1934)

dan tertulis pada Ijazah KH. Maemon Zubair Tahun 2012. Lirik lagu itu sebagaimana berikut ini :

ياَ لَلْوَطَنْ ياَ لَلْوَطَن ياَ لَلْوَطَنْ

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon

حُبُّ الْوَطَنْ مِنَ اْلإِيمَانْ

Hubbul Wathon minal Iman

وَلاَتَكُنْ مِنَ الْحِرْماَنْ

Wala Takun minal Hirman

اِنْهَضوُا أَهْلَ الْوَطَنْ

Inhadlu Alal Wathon

 

اِندُونيْسِياَ بِلاَدى

Indonesia Biladi

أَنْتَ عُنْواَنُ الْفَخَاماَ

Anta ‘Unwanul Fakhoma

كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْماَ

Kullu May Ya’tika Yauma

طَامِحاً يَلْقَ حِماَمًا

Thomihay Yalqo Himama

Pusaka Hati Wahai Tanah Airku

Cintamu dalam Imanku

Jangan Halangkan Nasibmu

Bangkitlah Hai Bangsaku

Pusaka Hati Wahai Tanah Airku

Cintamu dalam Imanku

Jangan Halangkan Nasibmu

Bangkitlah Hai Bangsaku

Indonesia Negeriku

Engkau Panji Martabatku

Siapa Datang Mengancammu

Kan Binasa di bawah durimu

nkri

IMG_2683

IMG_2677

IMG_2671

About khaidir alimin

Check Also

WhatsApp Image 2018-10-23 at 01.43.06

FGD Percepatan akreditasi prodi UIN SUSKA RIAU : Kelompok 1

UIN-SUSKA.AC.ID       Visi Rektor yang menjadi visi UIN SUSKA RIAU yakni   Menjadikan Universitas Islam Negeri …