Home / Berita Utama / Atase Pendidikan dan Kebudayaan Riyadh Saudi Arabia, menyampaikan orasi ilmiah pada rangkaian acara wisuda UIN SUSKA RIAU
IMG_4857

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Riyadh Saudi Arabia, menyampaikan orasi ilmiah pada rangkaian acara wisuda UIN SUSKA RIAU

uin-suska.ac.id            Sidang senat terbuka berlangsung pada hari ini kamis tanggal 13 Sptember  2018, Wisuda Program Doktor  (S3) ke-20, Program megister (S2)  ke-49 Program Sarjana, dan Diploma Tiga (D III)ke- 68 periode tahun akademik  2018/2019 Universitas Sultan Syarif Kasim Riau.  Pada wisuda kali ini ada sesuatu yang berbeda, yaitu adanya orasi ilmiah dalam rangkaian acara wisuda itu. Orasi ilmiah disampaikan oleh Dr Ahmad Ubaedillah, MA (Atase Pendidikan dan Kebudayaan Riyadh Saudi Arabia).

Dalam pembukaan orasi ilmiahnya, atase Pendidikan dan Kebudayaan Riyadh Saudi Arabia ini menceritakan kenangan perkenalannya dengan Rektor UIN SUSKA RIAU.  “Beliau (Rektor) satu-satunya sebagai assessor perguruan tinggi internalsional yang dimiliki Indonesia. Blusukan dan berkenalan dengan kolega  Rektor di Riyadh merupakan kebanggaan bagi saya” ujar Dr Ahmad Ubaedillah, MA.

Tema orasi ilmiah  Dr Ahmad Ubaedillah, MA.  yakni :

Prospek Islam moderat ataupun Wasatiytul Islam

: Sejarah, karakter, agenda strategis masa-masa mendatang

Wasatiytul Islam  (pemahaman moderat) adalah salah satu karakteristik islam Indonesia  yang tidak dimiliki oleh Ideologi-ideologi lain. Dalam alquran di jelaskan: وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً Artinya : Dan demikianlah aku jadikan kalian sebagai Umat yang pertengahan.(QS. Al Baqarah: 143). Wasatiyah sebagai sirotol mustaqim, wasatiyah sebagai jalan tengah, demikian Dr Ahmad Ubaedillah, MA. menjelaskan.

Rasulullah menegaskan : إياكم والغلو في الدين ؛ فإنما أهلك الذين من قبلكم غلوهم في دينهم. رواه البخاري Artinya : Hindarilah sifat berlebihan dalam agama. Karena Umat sebelum kalian hancur  hanya karena sifat tersebut. (HR. Bukhari) Di dalam istilah ini, tercermin karakter dasar Islam yang terpenting yang membedakan manhaj Islam dari metodologi-metodologi yang ada pada paham-paham, aliran-aliran, serta falsafah lain.

Secara umum resume orasi ilmiah itu sebagai berikut :

  1. Realitas radikalisme saat ini merupakan efek tidak langsung pasca perang dunia ke-2  yang melahirkan blok barat (yang dipimpin oleh USA) dan blok timur (yang dipimpin oleh USSR). Indonesia menjadi penyumbang ide dalam sejarah dengan gerakan non-blok, sesuai dengan amanah UUD 1945 yang menggariskan  Indonesia yang moderat. Gerakan non-blok dicetuskan oleh Bung Karno sebagai manivestasi UUD 1945 dan Pancasila
  2. Perang dingin tidak berhenti sampai saat ini, ada perang proxy war, yakni  perang ketika negara tertentu berperang dengan  menggunakan pihak negara  ketiga untuk berperang melawan musuhnya secara langsung. Sedangkan negara adidaya tersebut hanya mensuplai senjata dan faham serta janji. Perang di Timur tengah dapat ditelusuri dan akhirnya akan berujung kepada kenyataan sebuah proxy war. Kemudia media Barat menyebut Islam sebagai Islam radikal dan sejenisnya.
  3. Karakter islam moderat itu yakni berwatak ramah dan toleran. Ramah lingkungan, tidak mengkafir-kafirkan pihak lain, dapat menerima keragaman. Islam nusantara itu islam yang toleran dan moderat. Karakter Islam di Nusantara berbeda dengan karakter agama di daerah asalnya. Para sufi menyampaikan Islam dengan budaya dan berupaya menyatu dengan adat istiadat setempat
  4. Perjalanan faham islam moderat di sampaikannya masa belanda, perang kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Tidak ketinggalan juga diceritakan peran NU, Muhammadiyah, masyumi, hizbullah dan tokong-tokohnya.
  5. Beliau juga berbicara tentang MUI yang menjadi pelopor perdamaian dunia.
  6. Meskipun warga negara Indonesia mayoritas muslim, tapi Indonesia bukanlah negara Islam. Dalam masa orde baru dijelaskan bahwa negara Indonesia bukanlah negara agama dan bukan pula negara sekuler.
  7. Moderasi di Indonesia, ditilik dari sejarah pancasila memang jelas peran umat islam dalam menciptakan dan mengembangkan faham moderat dan kebhinekaan. Piagam Jakarta dan menjadi Pancasila sebagai bukti kontribusi umat islam dalam hal Bineka Tunggal Ika
  8. Ajaran wasatiyah dapat pula menjadi alternatif  pemecahan masalah yang ada di Timur tengah. Untuk memecahkan masalah pertikaian yang menyebabkan peperangan yang berkepanjangan.

Orasi ilmiah ini menjadi salah satu perhatian utama hadirin yang sedang menyaksikan sidang senat terbuka ini. Semoga Indonesia makin kuat dan dapat menjadi negara yang sejahtera sesuai apa yang dicita-citakan pada pasal 5 pancasila, yakni : Keadilan sosial bagi rakyat Indonesia.

 

IMG_4850

IMG_4852

IMG_4853

IMG_4854

IMG_4855

IMG_4856

IMG_4857

IMG_4859

IMG_4860

IMG_4862

IMG_4863

IMG_4864

IMG_4865

IMG_4866

IMG_4868

IMG_4869

 

 

About khaidir alimin

Check Also

WhatsApp Image 2018-12-18 at 10.23.37

MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI MENGADAKAN SONGKET ART FESTIVAL

uin-suska.ac.id             Sanggar songket berulang tahun yang ke-4, Mahasiswa ilmu komunikasi …