Home / Berita Utama / UIN SUSKA RIAu menggelar pelatihan Akses jurnal Elektronik 2018 untuk menunjang akreditasi A (unggul)
IMG_3937

UIN SUSKA RIAu menggelar pelatihan Akses jurnal Elektronik 2018 untuk menunjang akreditasi A (unggul)

uin-suska.ac.id          E-jurnal  atau Jurnal elektronik sering disebut  sebagai “serial elektronik”, “jurnal online”, jurnal paperless :, jurnal-jurnal virtual “,” jurnal CD-ROM “dan jurnal elektronik”. Perpustakaan Universitas Glasgow mendefinisikan jurnal sebagai “jurnal apa pun yang tersedia melalui Internet dapat disebut  jurnal elektronik. Beberapa jurnal elektronik tersedia secara bebas sedangkan jurnal elektronik  lainnya memiliki harga yang harus dibayar jika ingin melanggannya. Problem utama dalam akses jurnal elektronik yakni belum harmonis antara jumlah biaya yang digunakan untuk melanggan jurnal ilmiah, dibandingkan dengan akses baik dari kalangan Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan terhadap jurnal elektronik yang telah dibayar untuk dilanggan.

Pemerintah sudah melakukan berbagai program untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmuwan Indonesia. Salah satu program untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah ilmuwan Indonesia adalah peningkatan jumlah dan mutu jurnal ilmiah yang terakreditasi nasional dan atau mendapatkan pengakuan dunia.

Penerbitan berkala ilmiah sudah mulai beralih dari berbasis fisik (cetak) ke berbasis elektronik. Pengelolaan dan penerbitan jurnal ilmiah berbasis elektronik memungkinkan semua proses pengelolaan, yaitu pengiriman, penyuntingan, penelaahan, dan penerbitan naskah karya ilmiah dilaksanakan secara elektronik dalam suatu sistem aplikasi yang dinamakan jurnal elektronik (ejournal). Dengan sistem tersebut proses pengindeksan dan dampak ilmiah atau sitasi suatu tulisan dapat diketahui dengan cepat, sehingga manfaat dari suatu karya tulis ilmiah dapat diketahui segera.

Pengelolaan dan akreditasi jurnal Nasional, yang disampaikan oleh Dr  Lukman (Ka.SubDit fasilitasi jurnal ilmiah Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) mengatakan bahwa Pendidikan Tinggi pada saat ini tidak lepas dari jurnal ilmiah, baik dari segi akses, apalagi dari isi atau content. Untuk menulis sebuah tulisan ilmiah, seorang guru besar sekalipun memerlukan bacaan yang berkualitas, sehingga bisa dijadikan rujukan. Untuk mendapatkan rujukan itu, seorang peneliti dapat diperoleh melalui jurnal elektronik yang terakreditasi.

Disisi lain, pengelolaan jurnal hendaklah profesional. Tidak hanya itu, jurnal yang dikelola di perguruan tinggi hendaklah terakreditasi. Untuk itu perlu kerjasama dan mendapatkan arahan dari PDII LIPI dan Kementrian Reset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Rektor UIN SUSKA RIAU, mengingatkan pentingnya akses terhadap jurnal ilmiah. Dalam kaitannya dengan akreditasi, visi UIN SUSKA RIAU menjadikan UIN SUSKA RIAU berakreditasi A (unggul) baik nasional, regional maupun internasional. Untuk mencapai visi itu, jurnal ilmiah menjadi salah satu poin penting yang mendapatkan nilai yang tinggi dalam pencapaian akreditasi unggul tersebut.

Oleh sebab itu, Rektor UIN SUSKA RIAU  (dalam sambutannya pada acara ini) memerintahkan agar anggaran untuk pengelolaan dan akreditasi jurnal di kalangan UIN SUSKA RIAU dianggarkan dengan maksimal, kalau perlu pimpinan pengelola jurnal itu setara Dekan atau wakil Dekan (jika sesuai dengan aturannya).  Oleh karena pengelolaan jurnal yang terakreditasi tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, haruslah profesional yang dapat mengaitkan setiap tulisan Dosen-dosen di UIN SUSKA RIAU ke jurnal internasional seperti scopus, Cengange, Ebsco, Proquest.

Peningkatan aksesibilitas laman jurnal khususnya dikalangan kampus (UIN SUSKA RIAU) dapat dipantau dengan naiknya jumlah pengunjung unik laman dari waktu ke waktu yang dapat diartikan sebagai jumlah oplah, sehingga visibility dan dampak ilmiah di mesin pencari misalnya Google Scholar semakin meningkat. Selain itu, peningkatan aksesibilitas ini juga dimonitor dari jumlah halaman dan jumlah dokumen PDF artikel jurnal daring yang tersedia dan tertangkap oleh mesin pencari. Dengan semakin banyaknya jurnal di Indonesia yang menyediakan fulltext artikelnya secara daring terutama yang terbitan sebelumnya, maka peluang untuk terindeksasinya jurnal tersebut di mesin pengindeks jurnal misalnya: Google Scholar, DOAJ, CABI, EBSCO, SCOPUS, Pubmed, ESCI, dan lain-lain semakin bertambah.

Dampak utama dari makin banyaknya jurnal-jurnal terindeks di pengindeks tersebut akan meningkatkan jumlah sitasi, nilai h-index, dan nilai faktor dampak dari jurnal-jurnal tersebut. Jumlah sitasi, nilai h-index, dan nilai faktor dampak merupakan indikator utama capaian kualitas jurnal ilmiah. Muara akhir dari sitasi ini adalah hilirisasi teknologi hasil riset ke pengguna teknologi.

IMG_3913

IMG_3914

IMG_3916

IMG_3919

IMG_3920

IMG_3922

IMG_3924

IMG_3926

IMG_3927

IMG_3928

IMG_3929

IMG_3935

IMG_3936

IMG_3937

IMG_3938

IMG_3939

IMG_3940

IMG_3941

IMG_3942

IMG_3943

IMG_3944

IMG_3945

IMG_3946

IMG_3947

IMG_3948

IMG_3951

IMG_3952

IMG_3954

IMG_3956

IMG_3958

IMG_3960

IMG_3966

IMG_3968

IMG_3969

IMG_3970

IMG_6348

IMG_6349

IMG_6350

IMG_6351

IMG_6352

IMG_6353

IMG_6354

IMG_6355

IMG_6358

About khaidir alimin

Check Also

WhatsApp Image 2018-10-23 at 01.43.06

FGD Percepatan akreditasi prodi UIN SUSKA RIAU : Kelompok 1

UIN-SUSKA.AC.ID       Visi Rektor yang menjadi visi UIN SUSKA RIAU yakni   Menjadikan Universitas Islam Negeri …