Home / Berita Utama / Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Ri memberikan kuliah umum di UIN SUSKA RIAU
IMG_6448

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Ri memberikan kuliah umum di UIN SUSKA RIAU

uin-suska.ac.id         Prof Dr Arskal  Salim GP,. MA selaku Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam, memberikan kuliah umum di UIN SUSKA RIAU pada hari Sabtu tanggal 14 Oktober 2018 bertempat di gedung Islamic center. Tema kuliah umum kali ini yakni : Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan tantangan di era milenial

Rektor dalam kesempatan kuliah umum ini selain membuka secara resmi, beliau juga memberikan pidato yang rangkumannya sebagai berikut :

  1. Pada awal pidatonya, Rektor memperkenalkan Pejabat-Pejabat di lingkungan UIN SUSKA RIAU kepada Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama Ri dan kepada mahasiswa yang hadir pada kuliah umum itu.
  2. Rektor memiliki tugas konstitusional agar UIN SUSKA RIAU berada pada jalur yang benar,   taat dan patuh pada regulasi, peraturan yang berlaku yang ditetapkan oleh pemerintah khususnya Kemenag. Tugas kedua yang berhubungan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  3. Dalam hal Pengajaran (Tri Dharma Perguruan Tinggi ) Rektor mengemukakan adanya Program studi Ilmu gizi di UIN SUSKA RIAU, sebelum ada Fakultas Kedokteran, Program studi Ilmu gizi akan dicangkokkan pada Fakultas Pertanian dan Peternakan. Rektor berharap Fakultas Kedokteran segera hadir di UIN SUSKA RIAU. Beliau berharap Program Studi Ilmu Gizi menjadi embrio untuk terwujudnya Fakultas Kedoteran
  4. Program studi apapun, baik dosen maupun mahasiswa hendaklah menjadikan kompetensi sebagai sebuah keniscayaan. pendidikan yang dijalani sebaiknya linier, agar benar-benar memiliki kompetensi yang mumpuni

Era Milenial  merupakan fenomena menarik yang sedang terjadi dalam kehidupan manusia pada saat ini. Budaya global dan gaya hidup (life style) merupakan dampak paling terasa akibat fenomena ini. Globalisasi yang menandai adara era milenial  diartikan sebagai proses mendunianya seluruh kehidupan sosial, ekonomi, politik hingga budaya antara satu negara dengan negara lainnya hingga seluruh dunia dinyatakan tidak memiliki ‘batas’ wilayah alias borderless. Berita yang  terkait permasalahan tiap negara dengan mudahnya tersebar melalui media internet, media sosial, maupun aplikasi berbasis internet lainnya dalam satu perangkat yang disebut gadget. Hal tersebut terjadi pada generasi muda Indonesia saat ini disebut sebagai generasi gadget atau yang sering kita kenal sebagai generasi milenial.

Kedewasaan diri, dan kecerdasan menggunakan Teknologi Infomasi mejadi keluhan masyarakat baik yang terjadi pada remaja maupun mahasiswa akhir – akhir ini. Mahasiswa  yang seharusnya menjadi tokoh dibalik kemajuan bangsa justru muncul dengan perilaku kesehariannya yang mengesampingkan etika dan moral dalam menggunakan perangkat teknologi informasi. Berkaca dari permasalahan yang terjadi, maka sudah seharusnya dilakukan upaya-upaya yang dapat membangun karakter bangsa khususnya dalam hal budaya di Era Milenial ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalu proses pendidikan.

Prof Dr Arskal  Salim GP,. MA selaku Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama Ri, menjelaskan bahwa undangan dari Rektor sudah cukup lama, baru kali ini dapat hadir. Rangkungan kuliah umum ini yang disampaikannya :

  1. Generasi Millennial atau sering juga disebut Millennials, adalah sebuah istilah yang populer menggantikan istilah Generasi Y (GenY).   Menurut para peneliti sosial, generasi Y atau Millennials ini lahir pada rentang tahun 1980an hingga 2000. Dengan kata lain, generasi millennial ini adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun
  2. Generasi Millenial memiliki karakteristik yang khas,  lahir di zaman TV sudah berwarna dan memakai remote, sejak masa sekolah sudah menggunakan Hp/ smartphone dan internet menjadi kebutuhan pokok, berusaha untuk selalu terkoneksi di manapun, eksistensi di media  sosial.
  3. Era Teknologi 4.0 yang ditandai dengan revolusi industri, hendaknya menjadi kesempatan yang baik untuk PTKI mengembangkan diri. Tantangannya adalah semua materi pembalajaran ada di gadget, lalu bagaimana Dosen dapat tetap survive dalam proses pembelajaran di kampus. Maka Dosen harus dapat menjadikan TI sebagai perangkat pembantu untuk kelancaran Proses pembelajaran.
  4. Perubahan merupakan sesuatu yang selalu dinanti. Innovasi merupakan keharusan dalam pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Agar dapat menjaga eksistensinya PTKI harus melakukan perubahan. Digitalisasi merupakan salah satu ciri era milenial.
  5. Era milenial bukanlah hambatan, tetapi tantangan yang akan dijadikan kesempatan untuk maju dikalangan PTKI.
  6. PTKIN berperan penting dalam era milenial ini. Inovasi dan kreativitas merupakan ciri masyarakat maju. Baik sebagai penyelenggara perguruan tinggi  (Pimpinan , Dosen dan Tendik) maupun mahasiswa, tantangan ini dirasakan karena PTKI memang ingin bergerak maju.

Kuliah umum pada hari sabtu itu dihadiri Pejabat, Dosen dan Tendik serta  mahasiswa. Apa yang telah disampaikan Rektor dan Nara sumber pada hari ini dapat dijadikan bekal untuk kuliah bagi mahasiswa, dan dapat dijadikan pula tantangan bagi Dosen dan Tenaga Kepandidikan untuk lebih dapat menyikapi kehidupan dalam era milenial.

IMG_6445

  1. IMG_6443
  2. IMG_6439
  3. IMG_6438
  4. IMG_6433
  5. IMG_6432
  6. IMG_6430
  7. IMG_6428
  8. IMG_6427
  9. IMG_6426
  10. IMG_6425
  11. IMG_6424
  12. IMG_6423
  13. IMG_6421
  14. IMG_6420
  15. IMG_6419
  16. IMG_6418
  17. IMG_6416
  18. IMG_6415
  19. IMG_6413
  20. IMG_6412
  21. IMG_6411
  22. IMG_6408
  23. IMG_6407
  24. IMG_6406
  25. IMG_6405
  26. IMG_6404
  27. IMG_6403
  28. IMG_6402
  29. IMG_6401
  30. IMG_6400
  31. IMG_6398
  32. IMG_6397
  33. IMG_6396
  34. IMG_6390

     

    IMG_6395

 

About khaidir alimin

Check Also

IMG_7967

Peringatan Hari Pahlawan di UIN SUSKA RIAU 10 November 2018

uin-suska.ac.id      Bung Karno : “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa …