Home / Berita Utama / Pesan Rektor : Tumbuh kembangkan SENSE OF CRISIS
IMG_6481

Pesan Rektor : Tumbuh kembangkan SENSE OF CRISIS

uin.suska.ac.id                 Istilah “sense of crisis”, umumnya terkait dengan makna “kepekaan terhadap  suasana”, yang sedang dihadapi oleh seseorang, kelompok atau masyarakat. Rasa peduli yang dipertontonkan oleh berbagai kalangan terhadap nasib dan kehidupan warga bangsa yang sedang dilanda krisisa, pada inti nya merupakan bukti atas “sense of crisis” yang memang merupakan salah satu ciri dan karakter bangsa kita. Itulah sebab nya, mengapa kita perlu memberi penajaman khusus terhadap hakekat dari “sense of crisis” ini.

Sense of crisis menjadi tema utama dalam pidato Rektor UIN SUSKA RIAU hari ini senin 15 Oktober 2018 di lantai 1 gedung Rektorat pada saat briefing yang dilaksanakan sebagai kegiatan rutin setiap hari senin. Sense of crisis dalam pidato Rektor berwakna kewaspadaan setiap ASN di UIN SUSKA RIAU  terhadap lingkungan yang berpotensi menimbulkan krisis, baik krisis terhadap diri sendiri, apalagi krisis yang berakibat buruk bagi UIN SUSKA RIAU. Krisis itu terjadi diakibatkan oleh kita secara berkelompok, maupun secara individu dengan sengaja atau karena kelalaian melakukan tindakan melanggar hukum.

Oleh sebab itu, Rektor menasehati semua ASN agar lebih tanggap dan waspada terhadap lingkungan, agar dalam bertindak  tidak bertentangan dengan  aturan hukum yang berlaku. Rektor berualng kali mengingatkan agar jangan sampai krisis menimpa individu-individu yang ada di UIN SUSKA RIAU. Beliau mencontohkan tentang sampah yang berserakan, konsleting listrik yang harus diwaspadai, dan yang paling penting kewaspadaan diri untuk tidak terjerat sanksi hukum yang berlaku. Dalam rangka Sens of Crisis ini, Rektor menyebutkan akan datang Irjen yang berasal dari Pusat untuk melakukan pembinaan di UIN SUSKA RIAU. Irjen itu masih internal KEMENAG, jangan sampai krisis yang diakibatkan kelalaian  ASN di UIN SUSKA RIAU itu dilakukan oleh pihak eksternal. Rektor tidak ingin  ASN dikalangan UIN SUSKA RIAU yang berhadapan dengan APH (Aparat Penegak Hukum). Oleh karena itu Rektor menegaskan perlunya kewaspadaan diri agar mengikuti aturan yang berlaku. Rektor menyebutkan dengan berdasarkan  “data and regulation”.

Pada kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan bahwa dirinya mengemban dua tugas :

  1. Tugas Konstitusional
  2. Tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi

Tugas konstitusional yakni UIN SUSKA RIAU dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku. Rektor ingin Pelayanan prima  diterapkan dengan hati-hati di UIN SUSKA RIAU, agar setiap ASN dapat dinilai dan diarahkan dengan aturan yang berlaku.

Dalam hal Tri Dharma Perguruan Tinggi, Beliau menghimbau agar Doktor yang telah ada di UIN SUSKA RIAU agar mempersiapkan diri dan mengikuti arahan yang telah diberikan untuk menjadi Guru Besar (Profesor). Dan beliau memerintahkan Dekan  untuk hadir di lantai empat untuk menyusun penelitian yang besar. Penelitian yang belum dijelaskan lebih lanjut oleh Rektor, mungkin Kolaboratif, penelitian yang melibatkan tidak hanya peneliti dalam negeri, tapi juga dengan peneliti luar negeri. Tidak hanya dengan universitas regional, tetapi dengan universitas terkemuka di dunia.

Diakhir briefing, Rektor bersama-sama dengan peserta briefing mengepalkan tangan dan mengucapkan :

Bismillahirrohmanirrohim

Kompak

Damai

Selamat, dunia dan akherat.

 

 

IMG_6481

IMG_6483

IMG_6484

IMG_6485

IMG_6486

IMG_6487

IMG_6488

IMG_6489

IMG_6490

IMG_6491

IMG_6492

IMG_6493

IMG_6494

IMG_6495

IMG_6496

IMG_6497

About khaidir alimin

Check Also

IMG_7967

Peringatan Hari Pahlawan di UIN SUSKA RIAU 10 November 2018

uin-suska.ac.id      Bung Karno : “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa …