Home / Berita Utama / Prof Dr Ir Muhammad Nuh D.E.A memberikan kuliah umum di lantai 5 Rektorat UIN SUSKA RIAU
IMG_6175

Prof Dr Ir Muhammad Nuh D.E.A memberikan kuliah umum di lantai 5 Rektorat UIN SUSKA RIAU

uin-suska.ac.id          Seminar  kali ini dilaksanakan di lantai 5 Gedung Rektorat, nara sumbernya yakni Prof Dr Ir Muhammad Nur D.E.A. Tema kuliah umum pada tanggal 2 Oktober 2018 itu yakni : Generasi milenila sebagai motor penggerak Perwakafan Indonesia. Nara sumber pada seminar ini bukan orang sembarangan, beliau   lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1959;   adalah Menteri Pendidikan Nasional Indonesia sejak 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (2007–2009) dan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode tahun 2003–2006. Setelah turun dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan Nasional, ia kembali mengajar di Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Biomedik, kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Pada saat ini, beliau sebagai Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia, Komusaris Bank Mega Syari’ah.

Petugas  seminar kali ini,

  1. Sebagai MC      : Khaidir alimin S.Ag., SS., M.Si. (Humas)
  2. Pembaca Do’a  : Dr. Nurdin MA (Dekan Fak. Dakwah dan Komunikasi)
  3. Moderator        :  Dr H Hajar Hasan M.Ag (Dekan Fak Syari’ah)

Rektor menyambut  Mohammad Nuh  dengan penuh suka cita. Mengajak bercengkrama dan dari lantai 4 memperlihatkan kampus UIN SUSKA RIAU.


IMG_6184 IMG_6181 IMG_6180 IMG_6179 IMG_6177 IMG_6176 IMG_6175 IMG_6173

Selain itu, Rektor juga mendengarkan dengan sungguh-sungguh nasehat dari orang yang telah tua dan memang dituakan oleh karena pengalaman dan ilmunya. Berikut videonya :

https://youtu.be/Ch-0TY4ORVs

Rektor memberikan kata sambutan dan membuka secara resmi acara seminar. Selanjutnya Moderator mengambil alih acara, lalu nara sumber dipersilakan menyampaikan materi seminar: Dalam paparannya, Prof Dr Ir Muhammad Nur D.E.A. menyampaikan pentingnya wakaf di Indonesia untuk mensejahterakan umat.  “Pengertian yang disebutkan dalam Undang-undang Nomor 41 tahun Tentang Wakaf sudah memuat adanya wakaf benda bergerak dan benda tidak bergerak serta wakaf abadi dan wakaf sementara”. Perjalanan panjang munculnya wakaf benda bergerak dalam perundang-undangan di Indonesia sebagai indikasi adanya perubahan kebudayaan dari aspek pemikiran dan pemahaman konsep wakaf serta implementasinya di Indonesia yang perlu digali dan diteliti lebih mendalam.

Wakaf dalam hukum Islam merupakan elemen penting yang dapat digunakan sebagai langkah merealisasikan kemaslahatan manusia. Hal ini sejalan dengan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 antara lain adalah memajukan kesejahteraan umum.

Salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan umum, perlu meningkatkan peran wakaf. Praktik wakaf yang terjadi dalam kehidupan masyarakat belum sepenuhnya berjalan tertib dan efisien sehingga dalam berbagai kasus harta benda wakaf tidak terpelihara sebagaimana mestinya, terlantar atau beralih ke tangan pihak ketiga dengan cara melawan hukum. Keadaan demikian itu, tidak hanya karena kelalaian atau ketidakmampuan Nazhir dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf tetapi karena juga sikap masyarakat yang kurang peduli atau belum memahami status harta benda wakaf yang seharusnya dilindungi demi untuk kesejahteraan umum sesuai dengan tujuan, fungsi, dan peruntukan wakaf.

Prof Dr Ir Muhammad Nur D.E.A  menyampaikan data yang timpang, ketimpangan antara jumlah orang kaya di Indonesia, Dari 50 orang yang kaya di Indonesia, hanya 8 orang yang Muslim dengan kekayaan US$ 11 Miliar. Sedangkan non Muslim berjumlah 42 orang dengan total aset US$ 91.2.

 

WhatsApp Image 2018-10-15 at 15.41.37

Wakaf memiliki potensi yang besar untuk menggerakkan UKM, UMKM. Perlu dilakukan inovasi dalam pengelolaan wakaf. Oleh sebab itu, arahan dari BWI Riau yakni wakaf itu diperuntukkan :

  1. Kesejahteraan
  2. Dakwah
  3. Kemartabatan
  4. Keabadian wakaf

Agar dapat tercapainya tujuan tersebut perlu penguatan dan pemberdayaan pengelola wakaf-aset umat (nadzir). Beliau bertanya kepada peserta seminar, apa beda wakaf dengan zakat, infaq dan sedekah ? Lalu beliau menjelaskan bahwa wakaf itu berbeda pada pemanfaatannya. Benda Wakaf tidak langsung dapat dimanfaatkan oleh yang berhak, karena wakaf manfaatnya baru dapat dirasakan, setelah harta wakaf dikelola. Sehingga poin ke-empat yakni keabadian wakaf dapat tercapai. Dengan sederhana beliau menjelaskan, jangan induk ayamnya yang di manfaatkan, tetapi telur dan anak-anaknya. Sehingga wakaf dapat bermanfaat bagi semua. Seminar hari itu ditutup dengan pemberian cendra mata dan poto bersama.

 IMG_6185 IMG_6186 IMG_6187 IMG_6191 IMG_6192 IMG_6193 IMG_6194 IMG_6210

IMG_6211

IMG_6217

IMG_6218

IMG_6219

IMG_6221

IMG_6227

IMG_6233

IMG_6238

IMG_6244

IMG_6245

IMG_6247

IMG_6248

IMG_6249

IMG_6256

IMG_6263

IMG_6270

IMG_6272

IMG_6273

IMG_6274

IMG_6275

IMG_6277

IMG_6278

IMG_6279

IMG_6280

IMG_6281

IMG_6282

IMG_6284

 

 

About khaidir alimin

Check Also

IMG_7967

Peringatan Hari Pahlawan di UIN SUSKA RIAU 10 November 2018

uin-suska.ac.id      Bung Karno : “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa …