Home / Berita Utama / Riview kurikulum berbasis KKNI tahun 2018 : Banyak orang sangat pintar, tapi asosial
IMG_20181027_081553

Riview kurikulum berbasis KKNI tahun 2018 : Banyak orang sangat pintar, tapi asosial

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SUSKA RIAU mengadakan kegiatan Riview  Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia pada hari sabtu s/d minggu tanggal 27-28 Oktober 2018 bertempat di Hotel Ayola jl. Soebrantar Pekanbaru.

Pada kegiatan itu diangkat dua isu utama yakni :

  1. Riview kurikulum pendidikan tinggi keagamaan Islam mengacu pada KKNI dan SNPT (desain pengembangan) yang disampaikan oleh  Dr Abdur Razak M.Si
  2. Integrasi nilai religius dalam penyusunan kurikulum  berbasis KKNI yang disampaikan oleh Dr Evi Suryawati  M.Pd

Rektor UIN SUSKA RIAU pada kesempatan itu memberikan kata sambutan dan membuka secara resmi acara tersebut. Dalam kata sambutan itu, Rektor mengemukakan banyak hal, resume pidato rektor itu sebagai berikut :

  1. Kurikulum itu ibarat bolu kemojo. Kue ini baru laku di pasaran setelah melewati banyak tahapan. Haruslah memperhatikan  situasi dan kondisi pelanggan.  Dan bolu kemojo itu pada suatu waktu akan memiliki pesaing. Oleh sebab itu bolu kemojo  (kurikulum)  versi UIN SUSKA RIAU hendaklah disusun berdasarkan observasi pasar kerja, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dengan situasi dan  kondisi di lingkungan UIN SUSKA RIAU.
  2. Pendidikan  telah mengalami berbagai fase pengembangan. Mulai dari orang-orang yang mementingkan ilmu saja, tanpa mengutamakan ijazah. Sampai pada saat ini orang yang memiliki gelar yang banyak tapi belum tentu mampu melakukan apa yang menjadi tuntutan profresinya.
  3. Banyak orang yang pintar dengan IQ yang tinggi, tetapi tidak mampu bersosialisasi dalam masyarakat (asosial).

Pidato beliau dapat dilihat pada cuplikan video berikut :

https://youtu.be/CexyoaXWQIM

Pada point ketiga inilah Rektor memberikan penekanan. Kurikulum harus dapat mengantisipasi kasus-kasus alumni  yang memiliki IPK tinggi, tapi tidak dapat menyesuaikan tingkah lakunya dengan IPK itu. Bekerja sama dalam tim kurang mampu, tambahnya.  Dalam membahas  kurikulum ini, Beliau juga menyoroti orang-orang yang mampu mendapatkan keahlian yang luar biasa tanpa mengikuti pendidikan formal yang proses pengajarannya berdasarkan kurikulum. diakhir pidato Beliau memandang penting melakukan  riview terhadap kurikulum, bahkan perlu dilakukan secara berkala.

 

 

 

IMG_20181027_081544

IMG_20181027_081547

IMG_20181027_081553

 

IMG_20181027_081556


IMG_20181027_082008

 

IMG_20181027_082051

About khaidir alimin

Check Also

IMG_7967

Peringatan Hari Pahlawan di UIN SUSKA RIAU 10 November 2018

uin-suska.ac.id      Bung Karno : “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa …