Home / Berita Utama / Secangkir kopi ditengah tumpukan borang
IMG_6789

Secangkir kopi ditengah tumpukan borang

Kopi dan borang memiliki hubungan yang harmonis, hal ini logis bila dibicarakan dalam konteks kelelahan mata, tangan dan anggota tubuh lainnya yang membutuhkan penyegaran karena menyusun borang.  Kopi digambarkan sebagai minuman untuk meringankan semua kelelahan itu, meskipun setelah meminum secangkir kopi belum tentu dapat menghilangkan semua kelelahan  tubuh dalam menyusun borang.

Borang merupakan alat untuk mengumpulkan dan mengungkapkan data dan informasi yang digunakan untuk menilai kelayakan dan mutu perguruan tinggi. Evaluasi diri merupakan upaya perguruan tinggi untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan dirinya melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan oleh sendiri. Pengkajian dan analisis itu dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan pakar sejawat dari luar perguruan tinggi, sehingga evaluasi diri dapat dilaksanakan secara objektif. Hasil evaluasi diri digunakan untuk memperbaiki mutu kinerja dan luaran perguruan tinggi.

Borang disusun dalam usaha untuk mendapatkan akreditasi tertinggi  yakni unggul. Meskipun tidak jarang berbagai perguruan tinggi tidak dapat meraih akreditasi unggul itu. Tidak mudah memperoleh akreditasi unggul, baik prodi apalagi institusi. Upaya yang dilakukan tentulah usaha yang maksimal. borang merupakan kewajiban untuk dibuat dan diisi dengan data-data yang sesuai dengan kondisi dan situasi perguruan tinggi yang membuat borang.

Pengisian borang oleh perguruan tinggi tidak dapat dilakukan dengan cara yang diinginkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan, namun  dilakukan melalui tahap-tahap yang telah ditentukan oleh BAN-PT sebagaimana  berikut:

  1. Mengumpulkan data dan informasi
  2. Menganalisis data dan informasi yang telah dikumpulkan
  3. Mendeskripsikan elemen penilaian dalam sembilan kriteria yang ditetapkan.
  4. Menyiapkan bukti pendukung sebagai lampiran borang, mengunakan tabel-tabel, gambar, grafik, atau cara penyajian lain yang memberikan gambaran tentang kondisi institusi sampai saat ini serta prospek dan kecenderungan-kecenderungan yang dianggap perlu untuk menunjukkan kapasitas dan atau kinerja institusi selama rentang waktu tertentu

Terdapat 9 (sembilan) kriteria akreditasi perguruan tinggi terbuka jarak jauh. Kriteria akreditasi merupakan patokan yang digunakan untuk mengukur  kelayakan dan mutu perguruan tinggi. Setiap kriteria akreditasi terdiri atas beberapa elemen penilaian,  yakni :

  1. Kriteria 1 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
  2. Kriteria 2 Tata Pamong dan Kerjasama
  3. Kriteria 3 Mahasiswa
  4. Kriteria 4 Sumber Daya Manusia
  5. Kriteria 5 Keuangan, Sarana dan Prasarana
  6. Kriteria 6 Pendidikan
  7. Kriteria 7 Penelitian
  8. Kriteria 8 Pengabdian kepada Masyarakat
  9. Kriteria 9 Luaran dan Capaian

Begitulah materi-materi yang disampaikan pada tanggal 22 sampai 26 Oktober 2018 dalam FGD Percepatan Akreditasi Prodi Unggul UIN SUSKA RIAU. Setelah materi diterima oleh Dosen dan Tenaga Kependidikan yang mengikuti FGD tersebut,  lalu Rektor dan nara sumber menugaskan Dosen dan Tenaga Kependidikan membuat borang prodi masing-masing. Pekerjaan yang menguras konsentrasi itu dimulai. Sesekali Ibu dan Bapak Dosen itu melihat ke panitia dengan mata layu, dan bertanya  “kopi “? tanya mereka. Setelah istirahat sejenak dengan meminum kopi dan cemilan yang disediakan, borang kembali memanggil.

Nara sumber memilih salah satu borang untuk dibedah. Lalu ditampilkan dengan bantuan layar dan infocus. Semua peserta membaca dan mencoba memperbaiki masing-masing prodi sebagaimana temuan pada borang yang ditampilkan. Semua prodi yang diperiksa mengalami perubahan oleh nara sumber. Pada saat evaluasi terdapat 6 prodi yang layak untuk diupload karena  ditaksir oleh nara sumber  bisa mendapatkan A (unggul).

Untuk borang yang lain, akan mendapatkan PR yang akan dikerjakan di kampus UIN SUSKA RIAU.  Mulai senin 29 Oktober 2018 sudah dapat diperbaiki. Rektor UIN SUSKA RIAU  sebagai salah seorang assessor menyediakan waktunya pada pagi hari mulai dari jam 06.00 sampai 07.30 dan pada sore hari dari jam 16.00 sampai 21.00.

Penyusunan borang di kampus telah disediakan dananya oleh kampus. Tinggal berjuang menyusun dan menyesuaikan dengan standar BAN-PT.  Mulailah mata mengantuk, berat badan agak turun sedikit dan kelelahan.  Hal ini terjadi karena bekerja menyusun borang sebagaimana yang kami (humas) saksikan memang tidak kenal waktu. Banyak kolom yang perlu diisi dan banyak lampiran yang perlu dicari. Kopi dalam tulisan ini bermakna perlunya orang-orang yang menyusun borang mendapatkan kompensasi atas jerih payah yang memakan waktu dan tenaga serta pikiran. Secangkir kopi di tengah tumpukan borang memang logis, mengingat visi kampus untuk mendapatkan akreditasi unggul prodi maupun institusi.

 

Poto secangkir kopi ditengah tumpukan borang :

IMG_6838

IMG_6769

IMG_6770

IMG_6771

IMG_6772

IMG_6773

IMG_6774

IMG_6775

IMG_6776

IMG_6777

IMG_6778

IMG_6779

IMG_6780

IMG_6781

IMG_6782

IMG_6783

IMG_6784

IMG_6785

IMG_6786

IMG_6787

IMG_6788

IMG_6789

IMG_6790

IMG_6791

IMG_6792

IMG_6793

 IMG_6810

IMG_6812

About khaidir alimin

Check Also

IMG_7967

Peringatan Hari Pahlawan di UIN SUSKA RIAU 10 November 2018

uin-suska.ac.id      Bung Karno : “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa …