Home / Berita Utama / SAMBUTAN REKTOR PADA SEMINAR INTERNASIONAL : CINTAI MAKHLUK DI BUMI, MAKA YANG DILANGIT AKAN MENCINTAIMU
paluuuul

SAMBUTAN REKTOR PADA SEMINAR INTERNASIONAL : CINTAI MAKHLUK DI BUMI, MAKA YANG DILANGIT AKAN MENCINTAIMU

UIN-SUSKA.AC.ID      Bekerjasama dengan Balai LITBANG agama jakarta, UIN Sultan Syarif Kasim Riau  tepatnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau mengadakan  seminar internasional yang berlangsung pada 19 sampai dengan 20 November 2018. Tema seminar internasional ini yakni  : International conference on communication, proselytizing  and local wisdom  in the environmental  management of contemporary Indonesia.

Dalam seminar internasional ini terdapat 3 kata kunci yang akan dibahas yakni :

  1. Communication (komunikasi)
  2. Proselytizing (menarik)
  3. Local Wisdom (kecerdasan daerah setempat)

Ketiga kata kunci itu membahas tentang  manajemen lingkungan (The Environmental  management)  di Indonesia. Dalam surat yang ditujukan kepada Nara sumber, Dr Masduki (conference chair) menyampaikan pesan sebagaimana surat berikut ini :

Surat Dr Masduki kepada Nara Sumber

Mewakili Menteri Agama RI, Prof.Dr.KH.Ahmad Mujahidin S.Ag., M.Ag memberikan kata sambutan sekaligus membuka secara resmi seminar internasional tersebut. Dalam kata sambutan, orang nomor satu di UIN SUSKA Riau itu mengangkat hadits nabi yang menyatakan bahwa “cintailah makhluk yang ada di bumi, maka yang di Langit akan mencintaimu”. Rektor menerangkan bencana alam di Lombok yang diikuti bencana gempa dan likuifaksi di Palu sekitarnya, merenggut korban jiwa yang tidak sedikit, dan mengalami kerugian materil mencapai 10 T.    Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan, kerugian dan kerusakan akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) lebih dari Rp 10 triliun. Menurut dia, melihat data kerusakan sementara, Rp 10 triliun merupakan angka yang wajar. (REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  dalam https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/10/01/pfx6m2409-bnpb-kerugian-akibat-gempatsunami-sulteng-sekitar-rp-10-t)

Menurut Rektor kerugian jiwa dan kerugian dibidang materi yang diperkirakan mencapai 10 T, oleh karena dua hal :

  1. Pemahaman masyarakat yang kurang lengkap tentang alam (terutama lokasi dan sejarah gempa)
  2. Sistem pengelolaan lingkungan yang kurang maksimal.

Bencana alam merupakan fenomena alam, dan yang terpenting bagaimana kita menyikapinya, tegas Rektor. Sebagai khalifah di muka bumi, sudah selayaknya manusia dan alam saling memberikan manfaat, simbiosis mutualisme.  Makna kata “Mutual” dalam tulisan ini adalah saling. Sehingga simbiosis mutualisme adalah suatu interaksi  yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Semoga manajemen lingkungan di Indonesia semakin baik dan memberikan pemahaman yang cukup pula kepada masyarakat tentang kesadaran lingkungan dan kesiapan bencana.

palu 1

Palu

WhatsApp Image 2018-11-21 at 07.57.19

WhatsApp Image 2018-11-21 at 07.57.33

WhatsApp Image 2018-11-19 at 09.26.59

WhatsApp Image 2018-11-19 at 09.27.16 (1)

WhatsApp Image 2018-11-19 at 09.27.16 (1)

About khaidir alimin

Check Also

Ahmad Supardi 2

Profil Dr. H. Ahmad Supardi, MA, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau

  uin-suska.ac.id      Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin melantik sejumlah pejabat eselon II …