Home / Berita Utama / Pelepasan Alumni Ke-69 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Rektor bersama jajaran pimpinan FTK dan Para Pamuncak dan orangtua
Rektor bersama jajaran pimpinan FTK dan Para Pamuncak dan orangtua

Pelepasan Alumni Ke-69 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

uin-suska.ac.id      145 orang calon pendidik dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Selasa pagi (27/11) dilepas oleh Dekan FTK dalam acara Pelepasan Alumni Ke-69 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di gedung Islamic Centre UIN Suska Riau. Dalam Acara yang dihadiri oleh Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. H. Akhmad Mujahidin, MA dan para orang tua alumni ini juga dikukuhkan Kepengurusan Ikatan Alumni angkatan ke-69 FTK UIN Suska Riau.

Sembilan orang pemuncak dari sembilan prodi diberi penghargaan dan cendramata oleh Rektor dan Dekan. Sebagian besar dari para pamuncak ini memperoleh predikat Cumlaude dengan IPK tertinggi diraih oleh Kiki Hidayat dari Pogram Studi Pendidikan Matematika dengan IPK 3,82

M. Ikhsan, salah seorang alumni yang juga menjadi ketua panitia acara ini mengharapkan melalui kegiatan ini akan terbukalah koneksi para alumni dengan para stakeholder yang nantinya akan menampung para alumni di dunia kerja karena alumni UIN Suska Riau dapat diuji kualitasnya karena memiliki kelebihan yakni menjadi sarjana yang tidak hanya berilmu tapi juga memiliki pemahaman keIslaman yang baik.

Sebagai sarjana yang dilahirkan oleh institusi keIslaman, maka Islam harus menjadi kekuatan bagi para alumni. Setiap alumni wajib memiliki kompetensi  keIslaman yang berbasis keIslaman. Dekan FTK, Dr. M. Syaifudin, S.Ag., M.Ag dalam sambutannya menyatakan di tahun 2019 akan diterapkan program-program keIslaman seperti Kiroah, Tilawah dan Kitabah. “Jadi selama 4 tahun kuliah, keluar dari FTK mereka bukan hanya menjadi guru tapi mereka juga siap menjadi guru-guru Al-Quran karena Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya. Silahkan mengajar IPA, Bahasa Indonesia dan lainya namun Pastikan bhwa sendi-sendi  Al-Quran yang akan menjadi ruhnya.” Ujarnya.

Setelah jadi sarjana diharapkan pola fikir juga berubah menjadi orang-orang yang positive thingking. Peluang-peluang yang ada dihadapi dengan positif, semua tantangan dihadapi dengan berani. Percaya diri dan siap untuk bersaing dengan kompetensi yang kita miliki. Orang-orang  yang punya kompetensilah yang akan eksis. Siap untuk berkiprah dimanapun, tidak boleh menganggur dan tidak suka berpangku tangan.

Kehadiran Rektor UIN Suska Riau dalam acara ini membuat acara terasa lebih istimewa. Sebagai alumni dari Fakultas Tarbiyah, suasana acara ini mengembalikan ingatannya ke tahun 1996 saat ia menyelesaikan pendidikannya di kampus madani ini. “Kali ini terasa sangat istimewa karena rektornya adalah alumni dari UIN Suska Riau. Dari 145 wisudawan ini ada wajah-wajah calon rektor dan calon profesoror.” Ujarnya.  Istimewa yg kedua, UIN Suska  berada dimasa-masa transisi mindset, dari proram tinggi yang berlevel nasional menuju perguruan tinggi bertaraf internasional. Utk itu wajib kita meningkatkan akreditasi. Target tahun depan akreditasi sudah  A. Para alumni memiliki 3 tugas berat. Pertama: Otonomi Keilmuan, sadar atau tidak ketika sudah diyudisium artinya sudah masuk kelompok sarjana, harus percaya diri. Kedua: pastikan Islam yg dibawa ketengah-tengah masyarakat adalah Islam yang rahmatan lil alamiin, yang ramah dengan lingkungan dan tidak menimbulkan keributan.

Diharapkan melalui Yudisium Ke-69 dapat terwujud Alumni Sebagai Tenaga Pendidik yang Profesional dan Berkarakter Islami untuk Kemajuan Umat dan Bangsa. (Aini)

27 Nov Yudisium FTK 2 27 Nov Yudisium FTK 3

27 Nov Yudisium FTK

About aini khalidah

Check Also

Ahmad Supardi 2

Profil Dr. H. Ahmad Supardi, MA, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau

  uin-suska.ac.id      Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin melantik sejumlah pejabat eselon II …