Home / Berita Utama / Profil Dr. H. Ahmad Supardi, MA, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Ahmad Supardi 2

Profil Dr. H. Ahmad Supardi, MA, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau

 

uin-suska.ac.id      Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin melantik sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Agama, Selasa (13/11) lalu. Prosesi pelantikan yang digelar di kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta ini turut melantik Dr. H. Ahmad Supardi, MA sebagai Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Seperti apakah sosok Ahmad Supardi? Apa saja yang menjadi catatan dan rencana kerjanya di kampus Islami madani ini. Kita simak dalam catatan berikut.

Lahir dari keluarga sederhana di Simangambat, sebuah desa kecil di Tapanuli Selatan (sekarang Mandailing Natal) Provinsi Sumatera Utara, menjadikan Ahmad Supardi memiliki keinginan-keinginan yang besar. Termasuk dalam hal mendapat pendidikan. Menempuh pendidikan dasar dan menengah di kota Padang Sidempuan, ia berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru, Pondok pesantren tertua di Sumatera dan yang yang terbaik saat itu. Saat itu juga ia harus belajar hidup mandiri untuk mencari biaya sendiri demi melanjutkan pendidikan. Dengan menyesuaikan jadwal sekolah, ia habiskan sisa waktu di luar jam sekolah untuk menderes (memotong) karet.

Orangtua menginginkannya menjadi ulama di kampung. Alasannya sangat sederhana, “Masuklah kamu belajar di pesantren, kalau tamat nanti, pasti kamu jadi ulama di kampung, jadi tukang do’a. Nanti kalau ada orang hajatan dan potong ayam, pasti pahanya itu untuk kamu, gak tinggi-tinggi rumusnya. Kalau kamu belum hadir, acara tahlil tidak akan dimulai. Kalau ada hidangan makanan, yang paling enak itu nanti dikasi untuk kamu.” Ujarnya mengenang sambil tertawa.

Sepertinya tempaan dan pendidikan yang diberikan kedua orangtua di kampung halaman membentuk kepribadian Ahmad Supardi menjadi seorang yang bemental kuat. “Ayah saya mendidik anak-anaknya itu luar biasa. Ayah itu pedagang hasil bumi, ibu saya pedagang dan petani. Kalau saya ikut membantu bekerja itu saya dikasih gaji, kalau tidak kerja ya dia tidak dapat apa-apa.” ujarnya. “Orang tua saya bilang yang berhak makan itu orang yang bekerja,” tegasnya. Menjadi pekerja keras akhirnya bukan lagi menjadi pilihan bagi Ahmad Supardi, tapi merupakan keniscayaan. Hidup dan bekerja jauh dari kampung halaman memaksanya untuk tangguh dan cepat beradaptasi.

Selepas dari pesantren, dengan tekad yang kuat Ahmad Supardi melanjutkan pendidikan S1 ke Yogyakarta. Apa alasanya? “Kiblatnya pendidikan dulu ada disana. Saya ingin berada di pusat ilmu pengetahuan, pada masa itu Yogyakarta adalah kota tujuan para pencari ilmu.” tegasnya. “Untuk biaya hidup, saya bekerja di peternakan ayam mengurusi kotoran ayam dan memberi makan ayam.” Berbagai tantangan hidup di perantauan, jauh dari kampung halaman, mampu dilewati, bahkan semasa kuliah ia tetap bisa aktif berorganisasi. Tercatat ia pernah menjadi Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Syari`ah, Wakil Sekretaris HMI Koordinator Komisariat IAIN Sunan Kalijagaya Yogyakarta dan Ketua (Bidang Pembinaan Aparat Organisasi) HMI Cabang Yogyakarta.

Kemauan untuk bekerja keras juga terbukti dari perjalanan karirnya. Dimulai dari seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) biasa di Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Maluku di Ambon, tahun 1993. Tinggal jauh dari kampung halaman, bahasa dan budaya yang jauh berbeda tidak menghalangi Ahmad Supardi untuk mampu mengembangkan karir. Mengikuti tes masuk Pegawai Negeri di kota Ambon merupakan salah satu strategi yang ia lakukan untuk bisa lulus, karena bila ikut tes dari Sumatera Utara, peluang lulusnya kecil. Beruntung ia memiliki seorang teman kuliah disana, bersama teman inilah Supardi memulai babak baru lagi dalam hidupnya. Hanya berselang empat tahun sejak menjadi PNS, ia kemudian diangkat menjadi Kepala Seksi Dokumentasi dan Statistik pada Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Maluku. Garis takdir pun mempertemukannya dengan gadis Ambon, Mariam Usemahu yang dipersuntingnya menjadi isteri dan setia menemani hingga kini.

Ahmad Supardi dan Isteri

Namun tantangan belum usai, kondisi Ambon yang mengalami konflik besar pada saat itu, menyebabkan ia dan keluargapun harus tinggal di pengungsian, di sebuah perkebunan Cengkeh di daerah Batu Merah. Bertahan selama dua tahun dalam kondisi yang tidak menentu, Ahmad Supardi akhirnya memutuskan untuk hijrah. Kebetulan pada masa itu Kakanwil Departemen Agama Riau adalah Rasyid Hamidi, mantan Kakanwil Departemen Agama Maluku. “Beliau bilang, ayolah pindah kesini, ke Pekanbaru,” ujar Ahmad Supardi mengenang. Maka tahun 2000 pindahlah Ahmad Supardi dan keluarga ke Riau. Ia ditempatkan sebagi staf di Seksi Urais, namun karena pindah atas permintaan sendiri, maka tidak diikuti dengan jabatannya.

Namun itu tak berlangsung lama, hanya sekitar satu tahun, ia diangkat lagi menjadi Kasi di Kepenghuluan Bidang Urais selama lebih kurang satu tahun, lalu pindah lagi menjadi Kasubbag Hukum, Humas dan Kerukunan Umat Beragama selama empat tahun. kemudian menjadi Kasubbag Perencanaan dan Informasi Keagamaan selama enam tahun.

Di tahun 2010 ia diangkat menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Lalu pada Oktober 2016, Ahmad Supardi dilantik oleh Menteri Agama Republik Indonesia sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau terpilih yang merupakan hasil seleksi terbuka di lingkungan Kementerian Agama dan pelaksanaanya melibatkan instansi lain. Selama dua tahun kurang lima hari ia menjadi orang nomor satu di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau.

Kemudian pada bulan Oktober lalu ia di mutasi ke UIN Raden Intan Lampung sebagai Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan. Belum sempat mengabdi lama, ia kembai mendapat perintah mutasi. Terhitung hanya satu bulan delapan hari ia bertugas disana. Pada 13 November 2018 akhirnya ia dilantik menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Pencanaan dan Keuangan UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Dilantik Sebagai Kepala Biro AUPK UIN Suska Riau oleh Menteri Agama RI
Dilantik Sebagai Kepala Biro AUPK UIN Suska Riau oleh Menteri Agama RI

Apa kunci yang dipegang oleh Ahmad Supardi agar sukses dan selamat dalam menjalani fase-fase kehidupan? Beliau menjelaskan dalam  tiga hal pokok. Pertama, Bekerja keras. “Kita harus kerja keras, dimanapun bekerja jangan ditengok tempat lahir kita atau bukan? yang penting dimanapun kita ditempatkan tidak ada kata lain yang dapat kita lakukan selain bekerja keras.” Baginya memberi sumbangsih terbaik mutlak dilakukan oleh seorang pegawai. “Kalau orang nilainya 8 kita harus 9, kalau tidak kita pasti tidak dipakai, karena perhatian untuk orang tempatan tentu lebih tinggi. Untuk itu, usaha kita sebagai orang yang bukan tempatan harus lebih kuat, ujarnya lugas.

Bertemu dengan para Khalifah/ Mursyid di Ponpes Aswaja, Kubu, Rokan Hilir
Bertemu dengan para Khalifah/ Mursyid di Ponpes Aswaja, Kubu, Rokan Hilir

Kedua, Harus selalu mengupdate ilmu. “Jangan sampai ilmu di S1 sampai sekarang masih itu-itu juga, bacaan Al-Fatiha kita masih begitu-begitu juga, sholat dan wudhu cara kampung masih juga kita pertahankan padahal mungkin cara itu tidak tepat, tidak sesuai dengan ilmu Fikih.” Menurutnya kita harus belajar lagi, tanyakan lagi ke ustadz yang biasa dilakukan itu sudah benar atau tidak? “Kalau sudah S1 ya harus S2, kalau sudah S2 ya harus lanjut S3. Selain itu ilmu pengetahun informal juga harus di update. Misalnya membaca buku minimal 20 lembar setiap hari. Jadi otomatis terupdate setiap hari. Sehingga dengan demikian bila ada pekerjaan dari pimpinan, orang lain tidak bisa lakukan, kita bisa lakukan”. Jelas ayah dari tiga orang putra-putri ini.

Ketiga, Menjaga hubungan silaturrahim dengan baik. Jangan sampai hubungan rusak dengan orang lain. “Seperti kata pepatah, seribu teman masih kurang tetapi satu musuh terlalu banyak. Kita upayakan punya kawan sebanyak-banyaknya dan musuh jangan sampai ada. Kadang-kadang orang tempatan pun lebih ingin bekerjasama dengan kita karena kita punya nilai lebih dan bekerja ikhlas.”

Bagi pria yang aktif menulis di berbagai media massa ini, tantangan terberat dalam melaksanakan tugas adalah Penyesuaian. Bagaimana menyesuaikan diri untuk bekerja dengan berbagai latar belakang orang dan menyesuaikan budaya. “Ketika bekerja di perguruan tinggi tentu saya harus belajar lagi perguruan tinggi itu seperti apa ya? Langsung dengan jabatan tertinggi pula di administrasi. Tentu harus banyak belajar.” Ujar Doktor lulusan UIN Suska Riau ini.

Ahmad Supardi dan Isteri 2

Menurut Penulis beberapa buah buku ini cukup banyak perintah untuk bekerja dan bersemangat dalam mencari ilmu di dalam Al-Qur’an. Bekerja keras saja tidak cukup kalau tidak ditopang dengan ilmu pengetahuan. Pengetahuan ditambah dengan akhlak perilaku yang baik inilah kunci sukses yang harus dimiliki untuk bisa beradaptasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.

Dipercaya untuk menakhodai Biro AUPK UIN Suska Riau, Ahmad Supardi sudah mulai memetakan beberapa permasalahan yang harus segera dicari solusinya. Sebagai salah satu Universitas Islam terbesar di Indonesia, ia berharap UIN Suska Riau mampu mendidik generasi mudanya menjadi generasi yangg unggul. “Bayangkan kalau setiap tahun kita menamatkan 4000 orang dan bukan hanya orang Riau tapi dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri. Ini merupakan suatu investasi yang sangat luar biasa. Kalau ini berhasil dengan baik, mereka masuk pada dunia kerja tentu mereka memberikan kontribusi bagi daerahnya masing-masing”, tukasnya.

Selain itu ia juga menegaskan bahwa dalam bekerja kita harus mengikuti aturan main yang sudah disipakan oleh pemerintah, termasuk untuk pembangunan-pembangunan. Semua harus dikawal sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penympangan-penyimpangan. “Salah satu persoalan yang dihadapi oleh kampus kita ini adalah ada beberapa penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan ini menjadi tantangan bagi kita bagaimana untuk memperbaikinya. Apalagi kita ini orang Kementrerian Agama, kita bagaikan pakaian yang putih, sedikit saja terkena noda maka akan langsung kelihatan.” Pungkasnya.

Biodata

Nama              : Dr. H. Ahmad Supardi, MA

NIP                  : 196608031993021001

Pangkat/Gol  : Pembina Tingkat I (IV/b)

TTL                  : Simangambat, 3 Agustus 1966

Alamat            : Perumahan Wisma Kuala Permai Blok B Nomor 4, Jalan Sukakarya Panam, Pekanbaru.

Jabatan          : Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Suska Riau

Keluarga        :

  1. Istri      : Dra. Mariam Usemahu, M.Pd
  2. Anak    : a. Umara Hasmarani Rizqiyah (Putri)

b. Hasmar Husain Nusantara (Putra)

c. Hasmarini Fakhrunnisa (Putri)

Penghargaan

  1. Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun Oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono, sesuai Kepres Nomor 87/TK/ Tahun 2012, Tanggal 13 November 2012;
  2. Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono, Tahun 2013.

Pendidikan

  1. SDN Simangambat Tahun 1979;
  2. MTsN Padang Sidempuan Tahun 1983;
  3. MAN Padang Sidempuan Tahun 1986;
  4. Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Tahun 1986;
  5. S1 Fak. Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 1992;
  6. S2 Hukum Islam UIN Sultan Syarif Kasim Riau Tahun 2009;
  7. S3 Hukum Islam UIN Sultan Syarif Kasim Riau Tahun 2018.

Pengalaman Jabatan

  1. Staf Kanwil Departemen Agama Provinsi Maluku;
  2. Kasi Doktik Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Depag Maluku;
  3. Kasi Kepenghuluan Kanwil Depag Provinsi Riau;
  4. Kasubbag Hukum, Humas dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Depag Provinsi Riau;
  5. Kasubbag Perencanaan dan Informasi Keagamaan Kanwil Depag Provinsi Riau;
  6. Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau;
  7. Kakanwil Kemenag Provinsi Riau;
  8. Kepala Biro AUPK UIN Raden Intan Lampung;
  9. Kepala Biro AUPK UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Pengalaman Organisasi

  1. Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Syari`ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Wakil Sekretaris HMI Koordinator Komisariat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Ketua (Bidang Pembinaan Aparat Organisasi) HMI Cabang Yogyakarta;
  2. Kepala Sekretariat (Tata Usaha) dan selanjutnya diangkat menjadi Wakil Sekretaris Umum Badan Amil Zakat, Infaq dan Shodaqah (BAZIS) Provinsi Maluku;
  3. Pengurus Badan Amil Zakat (BAZ) Provinsi Riau;
  4. Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Riau;
  5. Wakil Sekretaris Satuan Karya Ulama (Satkar Ulama) Indonesia Provinsi Riau;
  6. Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau;
  7. Wakil Sekretaris Katib Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama (NU) Provinsi Riau;
  8. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau;
  9. Wakil Ketua Badan Kerjasama Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Riau;
  10. Ketua Pembangunan dan Ketua Pengurus Masjid Al-Hijrah Perumahan Wisma Kualu Permai, Jalan Sukakarya, Panam, Kota Pekanbaru;
  11. Pembina Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.

Buku yang Diterbitkan

  1. Hukum Zakat;
  2. Haji Aktual;
  3. Meretas Jalan Menuju Masyarakat Agamis;
  4. Mengenal Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau;
  5. Zakat Profesi dan Penerapannya;
  6. Spirit Puasa.
"Pengetahuan ditambah dengan akhlak perilaku yang baik, menjadi kunci sukses untuk bisa beradaptasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang". -Dr. H. Ahmad Supardi, MA-
“Pengetahuan ditambah dengan akhlak perilaku yang baik, menjadi kunci sukses untuk bisa beradaptasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang”. -Dr. H. Ahmad Supardi, MA-

 

 

 

 

About aini khalidah

Check Also

WhatsApp Image 2019-03-20 at 12.34.19

UKM Basketball UIN Suska Riau Juarai Dekan Law Basketball Cup IV Universitas Islam Riau

uin-suska.ac.id  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau kembali menorehkan prestasi gemilang di …