Home / Berita Utama / Peringatan HAB Kementerian Agama Ke-73 di Provinsi Riau, Momentum Perekat Kebersamaan Umat
upacara

Peringatan HAB Kementerian Agama Ke-73 di Provinsi Riau, Momentum Perekat Kebersamaan Umat

uin-suska.ac.id    Perayaan Hari Amal Bakti (HAB) Kemeterian Agama (Kemenag) ke-73 tahun 2019 di Provinsi Riau dengan tuan rumah Kabupaten Kepulauan Meranti berlangsung meriah. Rangkaian kegiatan diawali dengan malam resepsi pada Rabu (2/1/2019) malam di Halaman Kantor Kemenag  Kabupaten Kepulauan Meranti.
Hadir dalam acara resepsi tersebut Bupati yang diwakili Sekda Meranti, Plt Kakanwil Kemenag Riau, Rektor Rektor UIN Suska Riau dan jajaran, STAIN Bengkalis, Kapolres Meranti, Kakankemenag Kabupaten/ Kota se Riau, kepala KUA, Madrasah, keluarga besar Kemenag se-Riau, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Malam resepsi HAB Kemenag ke-73 dihadiri sekitar 1.500 undangan dari seluruh keluarga besar Kementerian Agama se Provinsi Riau. “Kita sangat mengapresiasi panita dan pemda Kabupaten Kepulauan Meranti, mampu bersinergi dengan baik untuk mensukseskan rangkaian kegiatan HAB Kemenag ini”, ujar Bupati Kabupaten Meranti yang diwakili oleh Sekda H. Yulian Norwis, SE, MM.

Jaga Kebersamaan Umat adalah tema yang diangkat dalam HAB Kemenag tahun ini. Hal ini sangat relevan dengan tujuan awal berdirinya Kementerian Agama 73 tahun silam yakni untuk menjaga dan memelihara, sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat kian naik peringkat. Agar tetap dan terus terjaga kerukunan hidup antarumat beragama yang kian rekat. Dan pada akhirnya agar kualitas kehidupan keagamaan segenap bangsa makin meningkat.

Rangkaian kegiatan HAB Kementerian Agama Ke-73 ini diisi dengan berbagai kegiatan yang dimulai dengan malam resepsi, Upacara HAB, berbagai kegiatan Dharma Wanita dan ditutup di hari Jum’at dengan Gerak Jalan Santai Kerukunan.

Rektor di Malam Resepsi HABKepala Biro AUPK

Keragaman Sebagai Rahmat Allah kepada Indonesia

Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof. Dr. H. Akhmad Mujahidin, S. Ag, M.Ag, dalam sambutannya mengatakan tema HAB Kemenag-73 Tahun 2019 sangat tepat untuk Menjaga Kebersamaan umat ditengah keberagaman yang ada di Indonesia.

Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa yang heterogen. Memiliki agama, suku, bangsa dan budaya yang berbeda-beda mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Nias sampai ke Pulau Rote. Keberagaman ini merupakan anugerah sejati.

Indonesia disebut sebagai Zamrud Khatulistiwa tentunya dengan berbagai alasan. Zamrud artinya batu mulia yang umumnya berwarna hijau, jika dilihat dari angkasa, gugusan kepulauan Indonesia nan hijau menyejukkan mata bak batu Zamrud. Sementara kata Khatulistiwa diadaptasi dari Bahasa Arab Khat yang berarti garis dan Al-Istiwa yang berarti lurus. Indonesia adalah Zamrud Khatulistiwa, sepotong tanah surga yang diturunkan oleh Allah ke muka bumi. Untuk itu perlu harus dijaga, jangan sampai diganggu oleh oknum- oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kata kunci untuk untuk menjaga kebersamaan ini adalah lakum diinukum waliadiin. Hal ini menggambarkan indahnya Islam, lanaa a’maalunaa. Mari kita jaga kebersamaan umat sejak dini, sebelum semua terlambat. Segera rakit jaringan yang sangat kuat untuk mempersatukan yang rawan terpecah belah, kita harus menjadi institusi perekat umat,” tegas Rektor.

sambutan rektor 2

Upacara HAB Kemeneg Ke-73 di Halaman Kantor Bupati Meranti

Seluruh ASN dan jajaran Kementerian Agama haruslah menjadi perangkai, penjalin, dan perajut tenun kebangsaan yang bhinneka. Setiap kita haruslah menjadi teladan dalam kesederhanaan, kejujuran, dan keikhlasan memberikan amal bakti bagi segenap warga negara tercinta. Hal ini menjadi salah satu point utama pada sambutan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang dibacakan oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs H. Irwan, M. Si saat menjadi Inspektur Upacara pada Upacara HAB Kemenag ke-73 Tahun 2019 Provinsi Riau di Halaman Kantor Bupati Kabupaten Kepualanan Meranti, Kamis (3/1/).

“Dalam suasana memperingati Hari Amal Bakti Ke-73 Kementerian Agama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, semoga rahmat, berkat, dan perlindungan-Nya menyertai seluruh bangsa Indonesia. Kita memperingati hari bersejarah ini dalam kesederhanaan, keprihatinan, dan kepedulian untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak dari peristiwa alam di beberapa wilayah, seperti di Lombok, Palu, Banten dan Lampung. Seluruh bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan dalam derita dan bahagia, dalam sukacita maupun dukalara,” ungkapnya.

Upacara HAB Kemenag ke 73 Tahun 2019 Provinsi Riau di Kepulauan Meranti berlangsung khidmat dengan dihadiri Plt Kakanwil Kemenag Riau, Rektor UIN Suska, STAIN Bengkalis, Kakankemenag Kabupaten/Kota se Riau, Kepala KUA, Kepala Madrasah, Pensiunan,Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, pegawai Kemenag Kab/ Kota, siswa madrasah dan seluruh undangan.

“Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, kita diingatkan kembali arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan dan pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam negara kita berdasar Pancasila, bukan hanya jaminan untuk mengamalkan ajaran agama dilindungi negara, bahkan kebijakan Pemerintah tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan kaidah agama. Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, yaitu “Jaga Kebersamaan Umat”, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, apalagi di tahun politik sekarang ini, mari senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan. Ajakan yang sama kepada semua elemen bangsa, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa. Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari. Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antarsesama anak negeri,” ucapnya.

Kendati negara ini secara formal tidak berdasar agama tertentu, tidak menetapkan suatu agama sebagai agama resmi negara, akan tetapi keterlibatan negara dan pemerintah menyangkut kehidupan keagamaan merupakan hal nyata dan niscaya, sesuai konstitusi negara. Keberhasilan pembangunan kehidupan beragama sangat menentukan masa depan bangsa.

upacara 2

ASN Harus Mampu Jadi Teladan

Pemerintah melalui peran dan fungsi Kementerian Agama hadir memberikan pelayanan keagamaan bagi semua umat beragama dengan berbagai fasilitasi. Kementerian Agama menyelenggarakan pelayanan publik di bidang keagamaan dengan tiada henti melakukan inovasi. Memasuki Tahun 2019, enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan, yakni: meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.

“Saya berpesan, enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah. Di samping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik. Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap “menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain”. Sementara moderasi beragama adalah upaya mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat, yang terhindar dari bentuk pemahaman dan praktek keagamaan yang berlebih-lebihan dan ekstrem. Adapun pembangunan akhlak adalah aspek yang sangat fundamental sebagai pilar utama keadaban bangsa, agar kita semua tidak tercerabut dari fitrah kemanusiaan kita,” harapnya.

Basis Ketahanan Bangsa adalah Ketahanan Keluarga

“Dalam kesempatan ini, saya memohon perhatian semua elemen umat beragama, para ulama dan tokoh agama, serta jajaran Kementerian Agama terhadap urgensi ketahanan keluarga sebagai basis ketahanan bangsa. Pembinaan ketahanan keluarga haruslah dilakukan terus menerus tiada henti.Ketahanan keluarga belakangan ini menghadapi ancaman guncangan dan kerapuhan, seperti terlihat dari tingginya angka perceraian, perkawinan usia dini, dan kekerasan dalam rumah tangga. Untuk itu, saya minta agar Program Bimbingan Perkawinan dan Konseling Keluarga dijalankan secara lebih masif bekerjasama dengan organisasi mitra Kementerian Agama dan ormas keagamaan lainnya,” harapnya.

Ucapan terima kasih disampaikan Meneteri Agama kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, serta kepada semua instansi terkait, atas dukungan dan kerjasama lintas sektoral dalam pembangunan kehidupan beragama selama ini. Semoga kerjasama dan kebersamaan itu dapat semakin ditingkatkan di masa-masa mendatang.

“Penghargaan dan terima kasih selanjutnya saya sampaikan kepada jajaran Kementerian Agama pusat dan daerah atas sumbangsih dan kontribusinya selama ini dalam upaya membangun birokrasi modern, bersih dan profesional melayani umat. Sebagai bagian dari institusi yang membawa nama “agama”, seyogyanyalah perilaku kita sebagai pejabat dan aparatur mencerminkan kemuliaan agama, di mana antara kata dan perbuatan saling serasi, antara kesalehan personal dan kesalehan sosial saling melengkapi. Dirgahayu Hari Amal Bakti Ke-73 Kementerian Agama. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberkahi kita semua,” pungkasnya.

Usai upacara HAB Kemenag ke-73 di Halaman Kantor Kemenag Meranti dilanjutkan dengan menyerahan cenderamata kepada pensiunan Kemenag yang ada di Kepulauan Meranti oleh Bupati, Plt Kakankemenag dan Rektor UIN Suska Riau. Dilanjutkan dengan foto bersama dengan undangan secara bergantian. (Aini)

DW

About aini khalidah

Check Also

fave hotel

Rektor direncanakan menjadi narasumber pada acara “Silaturrahmi dan diskusi” pada tanggal 24 Januari 2019

uin-suska.ac.id           Rektor UIN SUSKA Riau direncanakan menjadi salah seorang narasumber pada …