Home / Berita Utama / Prof Dr KH Ahmad Mujahidin S.Ag., M.Ag mengikuti rapat Rektor PTKIN se-Indonesia pada tanggal 7 sampai 9 Februari 2019
WhatsApp Image 2019-02-07 at 20.15.36

Prof Dr KH Ahmad Mujahidin S.Ag., M.Ag mengikuti rapat Rektor PTKIN se-Indonesia pada tanggal 7 sampai 9 Februari 2019

uin-suska.ac.id           Pada hari kamis tanggal 7 sampai tanggal 9 februari 2019, Rektor UIN SUSKA Riau (Prof Dr KH Ahmad Mujahidin. S.Ag., M.Ag) mengikuti rapat Rektor PTKIN se-Indonesia di Hotel Harris Vertu Jakarta, untuk membahas tentang Renstra Ditektorat PTKIN Kemenag R.I.

Isu-isu stratgis pendidikan tinggi Islam  2020-2024 yang dibahas dalam rapat Rektor PTKIN se-Indonesia ada 4 hal yakni:

  1. Internasionalisasi dan akreditasi PTKIN
  2. Relevansi PTKIN dan  tantangan global (revolusi industri 4.0, bahkan post 4.0)
  3. Integrasi Islam dan science (pengetahuan distingsi dan exellency)
  4. Sebagai distinasi pendidikan dunia dalam bidang pendidikan Islam

Globalisasi telah menjadi isu sentral dalam dunia pendidikan. Akreditasi A (unggul)  menjadi salah satu ukuran kesiapan PTKIN untuk eksis di kancah internasional. Sejalan dengan isu strategis itu, Rektor UIN SUSKA Riau sejak dalam penjaringan menjadi Rektor, telah  mengangkat isu akreditasi A (unggul) sebagai visinya. Setelah menjadi Rektor, visinya itu menjadi Visi UIN SUSKA Riau. Singkatnya untuk melangkah ke tingkat internasional, akreditasi A(unggul) sebagai syaratnya.

PTKIN hendaknya relevan dengan tantangan global.  Revolusi industri 4.0 atau yang lebih dikenal sebagai revolusi industri keempat menimbulkan ketakutan bagi banyak pihak soal pekerjaan manusia yang akan digantikan teknologi terkini. Saat ini teknologi menjadi gaya hidup dan gaya kerja baik perorangan, maupun kelompok. PTKIN harus menyadari tantangan dunia kerja yang mengikuti trend revolusi industri 4.0, bahkan post revolusi industri 4.0.

Mengembalikan kejayaan ilmu pengetahuan yang telah pernah menghiasi sejarah peradaban Muslim dunia dan menghilangkan dikotomi ilmu masih menjadi isu strategis dalam acara ini. Dari STAIN menjadi  IAIN lalu menjelma dalam wujud   UIN, ini fenomena kearah integrasi Islam dan science. Namun menjadi UIN  bukan tujuan akhir. Jalan masih panjang.

PTKIN dinginkan menjadi tempat pilihan utama dalam pendidikan agama Islam di dunia. Timur Tengah pada tahun-tahun belakangan ini “membara”. Ini menjadi salah satu peluang bagi PTKIN untuk meraih kesempatan untuk mewujudkan isu ke-4 dalam acara ini yakni : sebagai distinasi pendidikan dunia dalam pendidikan Islam.

Seklanjutnya dalam acara itu juga dibahas masalah penting lainnya mengenai Perluasan akses pendidikan tinggi keagamaan Islam .Dalam Renstra ini juga dibicarakan peningkatan Mutu dan kualitas PTKI, yang membahas

  1. Perbaikan akreditasi prodi dan institusi
  2. Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan

Semoga renstra ini dapat pula diterapkan di UIN SUSKA Riau secepatnya. Berubah itu perlu, agar tidak ditinggalkan  zaman.

WhatsApp Image 2019-02-07 at 20.32.09

WhatsApp Image 2019-02-07 at 20.32.09

WhatsApp Image 2019-02-07 at 20.26.49

WhatsApp Image 2019-02-07 at 20.15.36

 

About khaidir alimin

Check Also

download (2)

Rektor UIN Suska Riau mengklarifikasi tentang pemecatan Ustaz Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A.,

Uin-suska.ac.id         Berita dari Humas UIN Suska Riau kali ini mengenai klarifikasi Oleh Rektor UIN Suska …