Home / Berita Utama / Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UIN Suska Riau, apa untungnya ?
rapat upz

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UIN Suska Riau, apa untungnya ?

uin-suska.ac.id       Pengelolaan zakat di Indonesia merupakan salah satu hal yang menarik untuk dikaji dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal ini dapat dilihat dari potensi zakat nasional  Rp 217 triliun namun baru tergali sekitar 1,5 triliun.

Zakat (Bahasa Arab: زكاة transliterasi: Zakah) dalam segi istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh kaum Muslimin yang mampu  diberikan kepada golongan yang berhak (mustahiq)  menerimanya.  Zakat dari segi bahasa berarti ‘bersih’, ‘suci’, ‘subur’, ‘berkat’ dan ‘berkembang’. Menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam zakat merupakan rukun ketiga dari rukun Islam.

Badan Amil Zakat Nasional (disingkat BAZNAS) adalah lembaga yang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. BAZNAS merupakan Lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama.

Dalam Keputusan Ketua Umum BAZNAS No. 013/BP/BAZNAS/V 2012 Tentang Pedoman Pengelolaan UPZ disebutkan bahwa :    Undang-undang no 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat menetapkan BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melaksanakan tugas pengelolaan zakat nasional. BAZNAS memiliki fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian atas pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat serta pelaporan dan pertanggung jawaban pelaksanaan pengelolaan zakat.   Dalam rangka pengumpulan zakat, Undang-undang menetapkan bahwa BAZNAS dapat membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

UPZ yang ada di UIN Suska Riau telah terbit SK  yang dikeluarkan oleh BAZNAS Provinsi Riau setelah menerima usulan dari Rektor UIN Suska Riau.  Rektor menginginkan adanya sosialisasi tentang keberadaan UPZ yang ada di UIN Suska Riau.  Dalam rapat UPZ pertama yang dipimpin oleh Rektor UIN Suska Riau, didapat penjelasan beberapa hal yakni :

  • Membayar zakat melalui UPZ tidak akan mengurangi penghasilan.
  • NPWZ  (Nomor Pokok Wajib Zakat) dapat menjadi  instrumen pengurang pajak. Pada saat rapat itu Kabiro AUPK menunjukkan NPWZ yang beliau miliki.   PPH (Pajak penghasilan) dapat dikurangi  dengan zakat yang dikumpulkan melalui UPZ yang ada di kampus ini, tentunya setelah memiliki NPWZ.  Semula PPH yang dibayarkan wajib pajak, disetorkan 100 % ke kas negara, dengan zakat yang dibayar melalui UPZ  sebesar 2.5 %, maka  PPH  menjadi berkurang sebesar 2.5 % tersebut.   Bahkan Rektor menjelaskan bahwa “meskipun kita tidak membayar zakat melalui UPZ,  uang yang akan dibayarkan melalui PPH juga tidak menjadi milik kita”, dengan UPZ kebermanfaatannya menjadi lebih baik”.
  • Hasil pengumpulan zakat melalui UPZ UIN Suska Riau, 30 % disetorkan ke BAZ sedangkan 70 % tetap di UPZ UIN Suska Riau yang akan dimanfaatkan untuk “mustahikun” dikalangan kampus sendiri. Sehingga nantinya mahasiswa, satpam, cs yang memang mustahiq, akan mendapat dana zakat yang  disalurkan melalui UPZ .  Ditimpali oleh Kabiro AUPK  dalam rapat itu “mahasiswa yang tidak bisa membayar uang kuliah”, lalu Rektor tersenyum.

Selanjutnya bagaimana penjelasan Rektor tentang UPZ dan suasana rapat pertama  UPZ UIN Suska Riau dapat dilihat pada  cuplikan video berikut ini :

https://youtu.be/lJiqtMi6gOI

Berita lain tentang UPZ  dan dapat dilihat pada : https://uin-suska.ac.id/2019/02/20/unit-pengumpul-zakat-uin-suska-riau-perpanjangan-tangan-baznas-di-universitas/

Semoga kehadiran UPZ dapat membantu saudara kita dan anak-anak (mahasiswa) kita yang kurang beruntung untuk dapat menatap masa depan yang lebih baik.

 

 

About khaidir alimin

Check Also

Rana  Saphira
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Jurusan Komunikasi
Peraih medali Emas cabang Popsong Islami

Pioner 9 : Peraih medali Emas untuk UIN Suska Riau dari cabang Pop solo Islami

uin-suska.ac.id               Medali Emas  untuk UIN Suska Riau dalam ajang …