Home / Berita Utama / Mimpi disiang bolong tentang UKT Suska Riau
WhatsApp Image 2019-03-15 at 12.02.18

Mimpi disiang bolong tentang UKT Suska Riau

uin-suska.ac.id              Sehari setelah demo mahasiswa menuntut reposisi UKT, humas mendapat tugas ke Surabaya. Perjalanan harus dilaksanakan, namun tugas menulis harus pula dilakukan. Agar berita tidak hanya muncul dengan makna sarat menyudutkan Rektor dan jajarannya,  inilah salah satu tugas humas.

Menulis di atas pesawat ternyata tidak gampang. Ketika akan mulai mencari inspirasi, pramugari berujar “ pak, kita akan teke off, sandaran kursinya ditegakkan ya pak”, manis memang kata-kata dan raut wajahnya, tapi inspirasi langsung hilang.

Humas sengaja memilih tempat duduk paling belakang dan dekat jendela untuk memudahkan untuk menulis, seperti yang sedang dikerjakan ini.  Ternyata duduk di no 34  belakang ini goyangannya seperti penyanyi dangdut. Jari mengetik, badan bergoyang,  telingapun  mengiang. Duduk di sini, seperti petugas toilet. Karena dekat dengan posisi toilet belakang.

Setelah mendapatkan  inspirasi menulis, gangguan berikutnya datang. Pengumuman dari pengeras suara bahwa pramugari akan  menjual barang tertentu di pesawat ini. Humas merasa menulis ditengah-tengah pasar selasa  dekat kampus Islami Madani

Jam menunjukkan 12.41 wib. Humas belum juga memulai tulisan ini. Inspiraasi muncullah. Kalau engkau muncul, diabaikan semuanya, termasuk pramugari yang cantik itu.

Humas meluruskan kaki ke bawah bangku yang ada di depan humas.

  • UIN Suska Riau (Kampus Islami Madani) ……………………..
  • UKT…………….
  • Demo  ……………

Letih, hitam, hilang, kosong zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.

Tiba-tiba ada yang menggoyang-goyangkan bahu humas. “Bapak tidak apa-apa”,? Samar-samar suara halus Pramugari  terdengar.  “Bapak tertidur sambil mengigau dan tersenyum pula” katanya.   Mimpi disiang bolong ya pak ? tanya pramugari cantik itu seraya tersenyum

Malu, itu yang dirasakan humas. Setelah pramugari berlalu, humas memejamkan mata, berupaya mengingat semua mimpi itu. Tangan di laptop, mata terpejam.  Inilah mimpi humas :  “Mimpi disiang bolong tentang UKT”.

Dalam mimpi disiang bolong itu, Humas menjadi Rektor UIN Suska Riau. Kondisi keuangan UIN Suska Riau stabil bahkan dalam keadaan sangat kuat. Optimalisasi BLU UIN Suska Riau terwujud. Usaha-usaha yang dikelola BLU maju dengan laba trilyunan rupiah. Tidak tahu lagi apa yang akan dibiayai, uang melimpah. Selain itu, inilah  Rektor yang paling berkuasa. Tidak ada kementrian yang membatasi tugas rektor kali ini. Semua orang tunduk dan patuh kepada rektor “UIN Suska Riau” dalam mimpi bolong ini.

Rektor dengan ringan dan tanpa beban mencari mahasiwa dengan tawaran sebagai berikut :

  1. Menentukan UKT sesuai selera ?  Bila semua mahasiswa UIN Suska Riau dengan UKT satu boleh saja, tidak masalah
  2. Jangankan UKT, ayo yang mau kuliah gratis  tanpa bayar uang kuliah ?
  3. Angkat tangan yang mau beasiswa ?
  4. Yang mau orang tuanya mendapatkan tunjangan dari UIN Suska Riau karena anaknya telah kuliah disini, ? Ayo jangan ragu.
  5. Bagi mahasiswa yang memphoto  rumah tetangga misalnya, lalu mengaku miskin agar terdata dengan  UKT satu,  kami rehap rumah orang lain itu.

“Rektor” yang hebat ini menginstruksikan : “Ayo WR III  saya perintahkan ikuti semaunya keinginan mahasiswa kita ini.  Kabag akademik dan Kabag kemahasiswaan dan alumni, tanya mahasiswa kita mau pilih paket mana ? Tidak ada kementrian yang mengatur, negara dibawah kendali kita.

Tapi setalah terbangun, humas kecewa. Ini hanya mimpi di siang bolong, di pesawat pula. Sudah ada pula yang duduk di kursi kosong disamping humas, antri ke toilet. Humas menarik nafas panjang, lalu berkata dalam hati:

  1. Wahai mahasiswa UIN Suska Riau, masalah UKT bukan hanya wewenang Rektor, ada kementrian yang lebih berwenang. Rektor dan jajarannya hanya bisa mengusulkan diskresi. Diakbulkan atau tidak, itu merupakan kewenangan pusat.
  2. Mengusulkan perubahan itu, memerlukan waktu untuk memprosesnya. Bukan semau Rektor maupun mahasiswa.
  3. Kalau reposisi dikabulkan, lalu ada demo lanjutan, dikabulkan lagi, sehingga mayoritas mahasiswa dengan UKT  satu. Pertanyaan yang anda tolong jawab, pakai dana mana membayar gaji tenaga honorer dan kontrak ?  Jika UKT satu dikabulkan untuk  semua mahasiswa yang kuliah di UIN Suska Riau, maka konsekuensi logis yakni   tenaga honorer dan kontrak  sedikit demi sedikit (kemungkinan besar) dirumahkan.

 

WhatsApp Image 2019-03-14 at 10.08.19

WhatsApp Image 2019-03-15 at 16.46.41 (1)

WhatsApp Image 2019-03-15 at 16.46.41

WhatsApp Image 2019-03-15 at 16.46.45

WhatsApp Image 2019-03-15 at 16.46.47

WhatsApp Image 2019-03-15 at 16.46.48

WhatsApp Image 2019-03-18 at 00.35.14

 

 

 

 

 

About khaidir alimin

Check Also

IMG-20190523-WA0003

KONDISI YUDI, MAHASISWA UIN SUSKA RIAU PASCA PENGEROYOKAN OTK

uin-suska.ac.id  Pasca pegeroyokan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap mahasiswa UIN Suska Riau , Yudi …