Home / Berita Utama / Safari Dakwah Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Lc, MA ( TGB ): Dimanapun Tempatnya, Islam itu Menjadi Rahmat Bagi Alam Semesta
jadi 1

Safari Dakwah Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Lc, MA ( TGB ): Dimanapun Tempatnya, Islam itu Menjadi Rahmat Bagi Alam Semesta

“Islam Rahmatan Lil Alamiin dalam perspektif Tafsir Al-qur’an” inilah yang menjadi tema dalam Safari Dakwah Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Lc, MA atau yang lebih dikenal dengan gelar Tuan Guru Bajang (TGB) di Masjid Al-Jami’ah kampus UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Rabu (20/3/2019). Acara yang dihadiri oleh Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M. Si, serta Rektor dan sivitas akademika UIN Suska Riau ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan TGB di Provinsi Riau.

Islam sebagai Rahmatan Lil ‘alamiin bermakna bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Istilah Rahmatan Lil ‘alamiin berdasar dari Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 107 yang terjemahannya berbunyi “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”. Surat ini diturunkan di Makkah yang berarti bahwa ayat ini turun sebelum Rasulullah, Muhammad SAW hijrah ke Madinah, jauh sebelum adanya masyarakat Madinah yang dibangun oleh Rasulullah. “Hal ini menunjukkan bahwa dimanapun tempatnya, Islam itu menjadi rahmat bagi alam semesta. Keseluruhan isi dan esensi dari Al-Qur’an dan hadis di dalamnya ada nilai kasih sayang. Pokok dan prinsip inilah yang harus dipahami dalam kita beragama dan tidak bisa dirubah.” Ujar TGB dalam ceramahnya.

Untuk menaikkan derajat kita tidak cukup hanya dengan menjaga keimanan tapi juga harus diiringi dengan menambah keilmuan. “Dengan memelihara kecintaan akan ilmu, InsyaAllah kita akan mampu menjadi pengusung terdepan agama Islam. Menjadikan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.” Ujarnya lagi.

10

Sivitas akademika UIN Suska Riau yang ikut menghadiri Safari Dakwah TGB di Masjid Al-Jami'ah UIN Suska Riau
Sivitas akademika UIN Suska Riau yang ikut menghadiri Safari Dakwah TGB di Masjid Al-Jami’ah UIN Suska Riau

Penyampaian ceramah TGB yang runut dan tenang membuka cakrawala berfikir jemaah yang hadir. Ini terbukti dengan cukup antusiasnya para jemaah terutama dari kalangan mahasiswa untuk bertanya dalam sesi tanya jawab yang disediakan oleh panitia. Seperti pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang mahasiswa dari fakultas Ushuluddin yang menanyakan tentang bagaimana konsep Islam sebagai Rahmatan Lil ‘alamiin di Indonesia? Apakah sudah terlaksana atau belum? Juga ada yang menanyakan tentang bagaimana menggandengkan antara konsep Rahmatan Lil ‘alamiin dengan konsep amar ma’ruf nahi mungkar? Ada lagi yang bertanya tentang persamaan antara Islam Rahmatan Lil ‘alamiin dengan Islam Nusantara dimana Islam dinilai tidak lagi membawa maslahat bagi ummat.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan ini, TGB menjelaskan Bahwa yang paling utama untuk dipahami adalah bagaimana menghadirkan Islam di tengah-tengah masyarakat, sebagai jawaban atas berbagai permasalahan umat. Islam itu dapat tumbuh dimanapun, prinsip-prinsipnya sama yaitu Iman, Islam dan Ihsan. “Ketika Islam itu datang ke Indonesia, sudah ada budaya masyarakatnya disini, jadi ulama-ulama yang datang membawa Islam menyesuaikan dengan budaya yang ada. Demikian juga ketika Islam datang ke Afrika, disana juga sudah memiliki budaya sendiri.” Jelas TGB.

TGB melanjutkan bahwa model interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, pengamalan keislaman dalam keseharian serta budaya-budaya keislaman yang ada di Indonesia seperti Hari Raya Enam, Halal bi halal juga atribut-atribut yang biasa dipakai oleh umat islam seperti peci dan sarung, hal-hal seperti inilah yang tumbuh di Indonesia. “Hubungan-hubungan sosial yang terbangun seperti ini, hubungan antar umat dengan segala kekhasannya, bila inilah yang disebut dengan Islam Nusantara, perbedaan ini harus kita arifi, perbedaan sudah ada sejak zaman dahulu. Karena akidahnya tetap Ahlul sunnah wal jamaah dan fikihnya sebagaian besar memakai fikih Imam Syafi’i dan kitab sucinya juga sama yaitu Al-Qur’an.” Ujarnya.

Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Lc, MA atau yang lebih dikenal dengan gelar Tuan Guru Bajang (TGB)
Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Lc, MA atau yang lebih dikenal dengan gelar Tuan Guru Bajang (TGB)

Dalam sesi wawancara dengan TGB, beliau menjelaskan tentang konsep Islam sebagai Rahmatan Lil ‘alamiin dalam kehidupan kampus adalah dengan kata Kepedulian. “Dimulai dari kepedulian seorang pimpinan kepada stafnya, kepedulian dosen kepada mahasiswanya, dan kepedulian pejabat dan pegawai struktural kepada stake holder yang dilayaninya insyaAllah akan mendatangkan hal-hal yang baik dan bermanfaat di dalam kehidupan kampus,” jelasnya.

Kedatangan TGB ke Pekanbaru adalah atas undangan Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M. Si. Pengalaman dan beberapa keberhasilan TGB sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua periode dinilai sangat berguna bila bisa diadaptasi di Riau. Diantaranya adalah mengangkat wisata halal yang berhasil membawa turi-turis dari Timur Tengah untuk datang ke NTB dan mengkonversi Bank Daerah yaitu Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah. Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M. Si berharap cita-citanya untuk mengembangkan ekonomi dan bisnis syari’ah di Riau kedepan akan diisi oleh alumni-alumni dari UIN Suska Riau. “Salah satu harapan terbesar kami untuk membangun ekonomi Riau yang berbasis Syari’ah kedepan adalah dari UIN Suska ini,” ujar mantan Bupati Siak ini.

    6

 

jadi 5

Hal ini disambut oleh Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. H. Akhmad Mujahidin, S. Ag, M. Ag dengan tangan terbuka. “Kita sudah membicarakan mengenai hal ini sejak lama dengan bapak gubernur, InsyaAllah kita akan siapkan sumberdayanya, disini adalah tempatnya.” Ujar Rektor.

jadi 2

jadi 3

 

 

About aini khalidah

Check Also

Ahmad-Supardi

Ceramah Dr. H. Ahmad Supardi, MA di Mesjid Al Jami’ah UIN Suska Riau 12 April 2019

uin-suska.ac.id              Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Suska …