Home / Berita Utama / Kronologis Pengeroyokan Mahasiswa UIN Suska, Yudi Utama Tarigan oleh OTK
IMG-20190523-WA0005

Kronologis Pengeroyokan Mahasiswa UIN Suska, Yudi Utama Tarigan oleh OTK

Uin-suska.ac.id     Mahasiswa UIN Suska Riau, Yudi Utama Tarigan, menjadi sasaran pengeroyokan orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (22-5-19) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Yudi dipukuli sejumlah OTK di sebuah warung di depan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. Yudi juga mengaku diancam dengan samurai dan pistol.

Yudi mengisahkan, peristiwa berawal saat tengah malam ada seseorang yang menelponnya. “Dia mengatasnamakan organisasi eksternal mahasiswa. Dia bilang ada perlu sama aku, mau minta tolong. Dia ngajak ketemu,” ucap Yudi, di ruang UGD Eka Hospital.

Yudi datang bersama seorang rekannya Ali Tondi. Merekapun bertemu orang tersebut di sebuah warung makan di depan Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Awalnya, Yudi tidak menaruh curiga apapun. Seperti biasa, mereka bersalaman sebagaimana budaya aktivis jika bertemu, kemudian dia duduk di sebelah kanan aku “Dia bertanya, ‘apakah ada rencana aksi (demo) lagi Pres’ (sapaan untuk Presma). Aku jawab itu tergantung teman-teman. Lalu dia bertanya lagi, ‘bagaimana pendapat Pres tentang berita di Medsos tentang demo,” katanya. “Pas saya mau klarifikasi tiba-tiba datang orang dari belakang, rambutku dijambak dari belakang, leherku dihadang pakai samurai. Orang yang duduk di sebelah kanan ku tadi langsung meninju bagian mata dan hidung ku berkali-kali,” sambung dia.

IMG-20190523-WA0008             IMG-20190523-WA0007

Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum semester 12 ini  membeberkan, jumlah orang yang mengeroyoknya cukup banyak. “Berapa orang pastinya aku ndak tau, lebih dari 10 orang. Posisinya pistol ditodongkan, jadi aku tidak bisa melawan. Terus dia bilang, ‘awas sekali lagi kau buat, ini sama kau ya.’ Sambil menodongkan pistol,” tuturnya.

Yudi mengaku mengetahui salah seorang pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadapnya. Setelah menjadi korban pengeroyokan tersebut, Yudi lantas meminta bantuan teman-temannya. Dia pun kemudian dibawa ke kos untuk diamankan sementara. Lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Yudi menyatakan, dia merasa tak pernah terlibat masalah sebelumnya. Dia menduga, aksi pengeroyokan ini berkaitan dengan aksi demo yang digelarnya bersama para mahasiswa di DPRD Riau pada Selasa (21/5) sore lalu. “Kemungkinan besar terkait demo itu,” terangnya.

Karena sebelum pengeroyokan inipun ada yang menelponnya terkait aksi demo tersebut. Penelpon tak terima karena saat unjuk rasa, ada seorang ibu bersama anaknya yang tertahan tidak bisa melewati jalan. Ibu itu meminta mahasiswa membuka jalan, karena anaknya sedang sakit. “itupun kita buka kok jalan untuk ibu itu,” ujar Yudi.

“Ada yang nelpon marah-marah jam 8 malam. Saya gak kenal dan mau klarifikasi. Tapi dia tetap mencak-mencak dan saya jawab mau ketemu buat janji. Tapi dia gak datang. Sampai jam 2 pagi ada yang nelpon orang berbeda lagi dan terjadilah kejadian ini,” jelasnya.

Setelah dipukuli, Yudi dan satu rekannya ditinggalkan begitu saja. Mereka kemudian dilarikan oleh mahasiswa lainnya yang baru saja dihubungi untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

About aini khalidah

Check Also

Islah di pondok Patin

Rektor Uin Suska Riau Bapak Prof. Dr. K.H. Ahmad Mujahidin, S.Ag M.Ag mengadakan pertemuan perwakilan …