Home / Berita Utama / PSGA UIN Suska Gelar Pelatihan Riset Pengabdian Participatory Rural Appraisal (PRA) Berbasis Gender
PRA foto bersama

PSGA UIN Suska Gelar Pelatihan Riset Pengabdian Participatory Rural Appraisal (PRA) Berbasis Gender

uin-suska.ac.id      Guna meningkatkan kompetensi dosen dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian UIN Suska Riau menggelar Bimbingan Teknik  Riset Pengabdian dengan Pendekatan Parcipatory Rural Appraisal (PRA) berbasis gender selama tiga hari mulai  (3-5/8/19) di Pekanbaru.  Menurut kepala PSGA,  Sukma Erni, kegiatan ini memperkaya kebergaman metode riset pengabdian berbasis gender bagi para peneliti dan pengabdi di lingkungan UIN Suska Riau, sehingga tidak berfokus hanya pada PAR, ABCD, dan CBD. PRA dalam kaitan ini menjadi alternatif kuat untuk digunakan sebagai alat (tool) dalam kegiatan akademik.

Sekretaris LPPM Hasbullah dalam sambutannya mengatakan bahwa teknik PRA merupakan salah satu teknik dalam pengabdian masyarakat. Oleh karena itu dia berharap agar para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius. Hasbullah mengaku bahwa porsi pengabdian masyarakat selama ini masih kurang mendapat perhatian dari para dosen di UIN Suska. “Melalui kegiatan ini kita berharap pengabdian masyarakat berbasis gender  menjadi perhatian bagi para dosen dalam rangka mengukuhkan tri dharma perguruan tinggi yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.” ujarnya.

Foto bersama seusai persiapan turun lapangan di hotel Grand Suka
Foto bersama seusai persiapan turun lapangan di hotel Grand Suka

 

 

 

 

 

 

 

 

Selama dua hari peserta diberikan materi seputar PRA oleh tiga instruktur dari UNDP, Tanoto Foundation, dan  konsultan Bappeda Riau di Hotel Grand Suka Pekanbaru. Dendi, salah seorang pemateri sekaligus fasilitator menyampaikan, PRA membantu masyarakat dalam menggali informasi, identifikasi masalah, analisis sosial-ekonomi, dan generalisasi berkaitan dengan perencanaan pembangunan, pelaksanaan serta evaluasi dari rencana pembangunan tersebut. Pada umumnya PRA digunakan untuk menyusun rencana pembangunan baik jangka pendek/tahunan atau jangka panjang yang melibatkan masyarakat secara langsung. “Utamanya tools ini digunakan bagi pengembangan pedesaan karena umumnya perencanaan pengembangan ditempuh dari atas ke bawah, maka jika menggunakan PRA pola pembangunan akan berubah menjadi bottom up atau dari bawah ke atas,” jelasnya.

Teknik PRA berguna untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa yang terjadi di masyarakat, apa masalah, apa harapan, potensi dan solusi alternatif yang mungkin bisa dirangkum dari forum warga. Rangkuman ini bisa didapat dari sketsa desa, peta musim, daily activity, diagram venn dan lain-lain, jelas Hasbi pemateri dan fasilitator dar UNDP. Sementara Rio konsultan SDGs Bappeda Riau meguatkan bahwa dengan teknik PRA banyak informasi yang tidak hanya berguna bagi para pengabdi tetapi juga bisa menjadi peta kebijakan bagi para pemangku kepentingan terutama pemerintah untuk menetapkan kebijakan yang benar-benar aspirasi dari masyarakat.

Tim dosen dan masyarakat menunjukkan hasil diskusi mereka tentang Daily Activity
Tim dosen dan masyarakat menunjukkan hasil diskusi mereka tentang Daily Activity

 

 

 

 

 

 

 

 

Hari ketiga pelatihan peserta beserta instruktur mengadakan praktik PRA di Desa Kualu Nenas. Bersama masyarakat, para dosen diminta menjadi fasilitator bagi semua persoalan di masyarakat. Dari diskusi ini didapat gambaran sesungguhnya bagaimana teknik PRA dalam pelaksanaan pengabdian di masyarakat desa nantinya.

Kepala PSGA Sukma Erni  menegaskan bahwa salah satu teknik PRA yakni  teknik daily activity berfokus pada peran gender dalam keluarga. Bersama masyarakat  peran gender ini di gali sedemikian rupa sehingga menemukan fenomena bias gender yang bisa segera diatasi bersama. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu dosen terhadap persolan masyarakat berbasis gender  yang menjadi wilayah pengabdian selama ini. “Kami ingin agar kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih serius oleh para dosen dalam pengabdian masyarakat di masa depan,” harapnya.

para Dosen Peneliti Pengabdi berbaur dengan masyarakat dalam menggali potensi, situasi dan masalah yang dihadapi masyarakat Desa Kualu Nenas
para Dosen Peneliti Pengabdi berbaur dengan masyarakat dalam menggali potensi, situasi dan masalah yang dihadapi masyarakat Desa Kualu Nenas

Kepala Desa Kualu Nenas, Riduan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para dosen yang berdialog dengan warganya. Riduan mengaku bahwa UIN Suska merupakan salah satu institusi pendidikan yang sering mengadakan kegiatan di wilayah kerjanya. Dia berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin silaturahmi antara dosen dan masyarakat serta ada jalan keluar yang mungkin bisa diselesaikan pihak UIN Suska untuk kemaslahatan masyarakat Kualu Nenas.

Kepala Desa Kualu Nenas ikut serta bersama masyarakat dalam diskusi sketsa Desa, Potensi dan Permasalahannya
Kepala Desa Kualu Nenas ikut serta bersama masyarakat dalam diskusi sketsa Desa, Potensi dan Permasalahannya

About aini khalidah

Check Also

download (2)

Rektor UIN Suska Riau mengklarifikasi tentang pemecatan Ustaz Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A.,

Uin-suska.ac.id         Berita dari Humas UIN Suska Riau kali ini mengenai klarifikasi Oleh Rektor UIN Suska …