Home / Berita Utama / Kegiatan Donor darah di PKM UIN Suska Riau hari kamis 22 Agustus 2019
utama donor darah

Kegiatan Donor darah di PKM UIN Suska Riau hari kamis 22 Agustus 2019

uin-suska.ac.id           Donor darah merupakan perbuatan yang mulia. Donor darah diumpamakan sebagai perbuatan untuk memelihara kehidupan. Perbuatan mulia itu dekat dengan ajaran Islam, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Maidah ayat 32 yang berbunyi sebagai berikut:  “… Dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya….”

Maha Suci Allah SWT yang telah menciptakan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Kodrat itu mengharuskan seseorang manusia itu menolong manusia lain, terutama terkait dengan nyawa. Hal itu dilakukan sesuai kemampuan dan tidak merugikan pihak manapun. Tranfusi darah merupakan salah satu wujud kepedulian kita kepada sesama manusia.

Pada hari kamis tanggal 22 Agustus 2019 di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) UIN Suska Riau berlangsung kegiatan donor darah. Kegiatan yang mulia untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Sejak 14 Juni 2004 berdasarkan kesepakatan WHO melalui Federasi Internasional Palang Merah, Bulan Sabit Merah, Perhimpunan Internasional Transfusi Darah dan Palang Merah Indonesia sebagai komponen Gerakan Palang Merah Sedunia, dicanangkan sebagai Hari Donor Darah Sedunia yang merupakan penghargaan bagi para pendonor darah. Hari Donor Darah Sedunia dimaksudkan sebagai ungkapan penghargaan terhadap para pendonor darah sukarela di seluruh dunia yang tanpa pamrih telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa manusia yang membutuhkan darah

Tujuan donor darah untuk menolong orang yang kekurangan darah, relawan akan mengeluarkan apa yang dimiliki yaitu darah dan memberikan pada orang lain yang memerlukan. Donor darah masuk kepada perilaku prososial. Darah yang diberikan dalam donor darah akan menguntungkan orang lain meskipun dirinya akan kehilangan beberapa persen jumlah darahnya. Perilaku prososial tidak begitu memperdulikan apa yang menjadi motif dari penolong tersebut, pada donor darah ada beberapa hal yang akan menjadi motif seseorang bersedia mendonorkan darahnya. Salah satu contoh adalah pengakuan dari pendonor yang masih mahasiswa baru, mengatakan bahwa “donor itu sehat, donor itu ibadah”,  saksikan cuplikannya berikut ini :

https://youtu.be/t5_Xx3hzh3s

Tidak semua orang dapat menjadi pendonor. Banyak syarat untuk dapat menjadi pendonor yang menunjukkan bahwa seorang pendonor adalah seorang yang sehat.  Berikut  syarat-syarat sebagai pendonor:

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Calon penyumbang harus berusia 17-65 tahun,
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Kadar hemoglobin >12,5 gr% sampai dengan 17,0g%
  • Tekanan darah (sistol) 100-170 mmHg ]]) dan (diastol) 70-100 mmHg
  • Suhu tubuh antara 36,6-37,5 derajat Celcius
  • Tidak mengalami gangguan pembekuan darah (hemofilia)
  • Denyut nadi antara 50-100 kali/menit
  • Rentang waktu penyumbang minimal 8 minggu atau 2 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 6 kali dalam 1 tahun)

Sebagaimana ajakan dalam video yang telah kami sajikan, donor itu sehat dan donor itu ibadah.  Mari kita saling tolong menolong dalam kebaikan.

About khaidir alimin

Check Also

WhatsApp Image 2019-11-14 at 22.11.22 (1)

FGD Forum Perencanaan PTKIN Se-Indonesia Hasilkan Rekomendasi Penyusunan Program dan Anggaran

uin-suska.ac.id      Sesi malam dihari kedua (14/11/2019) pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Forum Perencanaan …