Home / Berita Utama / SPN GP Ade Darmawi Raih Gelar Doktor Di UIN Suska Riau
IMG_6431 ok

SPN GP Ade Darmawi Raih Gelar Doktor Di UIN Suska Riau

IMG_6351

 

 

 

 

 

 

 

 

uin-suska.ac         Nilai-nilai Pendidikan Dalam Pantun (Kajian Tentang Muatan Tunjuk Ajar Melayu Dalam Tradisi Sastra Lisan Nyanyian Menidurkan Anak di Riau), judul inilah yang diangkat oleh Drs. Ahmad Darmawi, M. Ag dalam Sidang Terbuka, Ujian Promosi Doktor di kampus Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Aula Pascasarjana tempat Ujian Promosi ini digelar pada Selasa (17/09/2019) lalu dipenuhi oleh kerabat, mahasiswa dan rekan kerja Promovendus (sarjana yang menyusun disertasi dan mempertahankannya untuk memperoleh gelar doktor di perguruan tinggi, Red) yang ingin mengikuti jalannya Sidang Terbuka ini.

IMG_6374 IMG_6377

Dalam abstraksi yang dibacakan oleh Promovendus yang bernama pena GP Ade Darmawi ini menjelaskan bahwa pantun secara kebahasaan dan  sastra adalah puncak kreatifitas. Pantun merupakan salah satu yang paling berarti. Pantun berasal dari bangsa Melayu asli yang tetap menunjukkan eksistensinya dalam kehiduan sehari-hari. Salah satu yang mulai terlupakan adalah pantun yang terangkai dalam bait-bait pantun untuk menidurkan anak. Nyanyian menidurkan anak saat ini semakin langka selain karena kemampuan ibu yang  tidak ada, saat ini nyanyian menidurkan anak sudah mulai digantikan oleh multi media yang sering kali tidak  mengandung tunjuk ajar.

IMG_6387 IMG_6383

Kearifan Melayu menunjukkan betapa penting hal ini dalam kehidupan keluarga, karena melalui cara ini anak mendapatkan pengajaran dari buaian hingga ke ujung hayat. Pantun berisi petuah, tunjuk ajar yang akan lekat dalam benak hingga dewasa. Pancaindra yang paling dulu menangkap dunia luar adalah telinga, makanya anak ketika lahir diazankan atau diiqomatkan. Setiap kabupaten dan kota di provinsi Riau memiliki nyanyian menidurkan anak seperti di Kabupaten Kampar Baghandu, Nandung di Kuantan Singingi, Maonduo anak di Rokan, Maayun anak di Kabupaten  Indragiri Hilir dan banyak nama lagi di kabupaten lainnya.

IMG_6381 IMG_6379

Ahmad Darmawi diuji dihadapan lima orang penguji yaitu Prof. Dr. Afrizal, M. MA sebagai Ketua sekaligus Penguji III, Prof. H. Suwardi M.S, Penguji I, Dr. Elia Roza, M. Hum, Penguji II, Prof. Dr. H.M Arrafie Abduh, M. Ag  Penguji IV dan Dr. H. Abu Anwar, M. Ag sebagai Sekretaris.

IMG_6336 IMG_6334

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_6333 IMG_6330 IMG_6329

 

Penguji I, Prof. H. Suwardi, MS, seorang guru besar dari Universitas Riau yang juga dikenal sebagai Sejarawan Riau ini memngajukan pertanyaan tentang apa yang menjadi dasar utama sehingga Pantun dijadikan objek penelitian untuk disertasi, sementara disertasi merupakan karya lmiah yang paling tinggi.  Hal ini ditanggapi oleh promovendus dengan lugas. “Secara akademik saya adalah tenaga pendidik, diluar kegiatan saya berhubungan dengan aspek budaya, S2 saya memilih Sya’ir maka S3 saya memilih Pantun,” Ujar Pria yang mendapat gelar Seniman Pemangku Negeri (SPN) dari Dewan Kesenian Riau ini.

Secara lebih jelas Ahmad Darmawi menjelaskan alasan Pantun dijadikan objek penelitian dalam disertasinya dikarenakan Pertama, Pantun merupakan puncak kreatifitas seni bangsa. Kedua pantun merupakan budi bahasa bangsa Melayu. Ketiga, Pantun merupakan karya agung bangsa Melayu. Berbeda dengan Gurindam, ia diangkat dari karya sastra yang mendapat pengaruh dari India dan Persia, Sya’ir dipengaruhi oleh budaya Arab sedangkan Pantun tidak dipengaruhi oleh bangsa lain, murni dari bangsa Melayu. Kata Pantun sendiri Berasal dari bahasa “Tuntun” yang artinya membimbing.

IMG_6401

IMG_6388

Lebih lanjut Ahmad Darmawi menjelaskan bahwa sebenarnya pantun cukup berkembang saat ini, namun tidak ditemukan lagi pantun yang berkualitas, sering kali pantun dibuat asal jadi. Banyak lagu yang diambil dari pantun tapi tidak mengandung rima dan rema (pesan) yang bagus.

Penguji lain juga menanyakan mengenai apa hubungan sastra lisan yang diangkat dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Secara lugas Ahmad Darmawi menjawab bahwa sastra lisan itu secara umum merupakan eksplorasi dari rasa iman, ilmu dan budaya bangsa Melayu. Sastra lisan Melayu mengandung tunjuk ajar. Dalam teori Pendidikan Islam dari asal kata ‘didik’ maka muncul istlah ta’lim artinya ilmu,  Tarbiyah artinya memilihara. Dalam tradisi sastra lisan nyanyian menidurkan anak, maka anak akan mendapatakan pendidikan sejak mereka lahir. Hal ini sangat sensitif dan sangat berpengaruh bagi pendidikan anak. “Orang-orang tua dulu itu benar-benar memilih kalimat yang benar menurut agama, baik secara etika dan enak untuk didengar. Pendidikannya tidak hanya didapat oleh anak tetapi juga orang-orang yang ada disekitar. Siapapun yang mendengar akan teringat,” jelas pembina Sanggar Latah Tuah UIN Suska Riau ini.

 

IMG_6393 IMG_6426

Kritikan dan masukan yang diberikan oleh penguji, terjawab dengan baik oleh Ahmad Darmawi, baik yang terkait dengan sistematika penulisan, metode penelitian maupun secara teori dan keilmuan. Diakhir pembahasan, Ketua Penguji Prof. Dr. Afrizal, M. MA menyatakan bahwa penelitian ini cukup menarik. Namun karena ini adalah penelitian kepustakaan, akan sangat baik bila ada penelitian lapangan setelah ini.

Promovendus, Drs. Ahmad Darmawi, M. Ag dinyatakan lulus dengan prediket Cum Laude dengan IPK 3, 87 dan berhak menyandang gelar Doktor. Dr. Drs Ahmad Darmawi, M. Ag tercatat sebagai Doktor ke-120 dari UIN Suska Riau.

IMG_6424

 

IMG_6470 IMG_6472

Diakhir acara Prof. H. Suwardi, MS memberikan salam tahniah kepada Drs. Ahmad Darmawi, M. Ag. Menurut Sejarawan yang masih produktif menulis buku ini, Disertasi Ahmad Darmawi penting bagi budaya Melayu karena di tahun 2025 Riau akan menjadi pusat perkembangan ekonomi dan budaya Melayu di Asia Tenggara. “Salah satu doktor ahlinya nanti adalah Ahmad Darmawi. Kita sedang menggesa terwujudnya Pantun itu diakui sebagai warisan budaya dunia non benda dari Unesco. Saya harap Ahmad Darmawi dapat mera’ikan terus kebudayaan Melayu dan disertasi ini dapat diterbitkan dan dibagikan ke seluruh dunia sehingga bisa dijadikan rujukan. Kalau boleh dalam waktu dekat sekurang-kurangnya satu brosur saja dapatlah hendaknya diterbitkan.” Harap penulis buku Sejarah Riau ini.

IMG_6475 IMG_6474

IMG_6480

IMG_6497

IMG_6507

IMG_6511 IMG_6518

About aini khalidah

Check Also

s kepemimpinan

Dema FSH UIN SUSKA Riau Adakan Seminar Kepemimpinan

Uin-suska.ac.id               Dewan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (Dema FSH) …