Home / Berita Utama / Virtual Conference FTK Kaji Refleksi dan Coaching Penguatan Kompetensi Pendidikan
20200722_165222

Virtual Conference FTK Kaji Refleksi dan Coaching Penguatan Kompetensi Pendidikan

uin-suska.ac.id PendidikanBerdasarkan PP nomor 19 tahun 2015 yang menyatakan bahwa standar pendidik harus memiliki qualified akademik dan harus sehat jasmani dan rohani, punya kompetensi pedagogik, berkepribadian profesional dan kompetensi sosial. Namun di saat pandemi ini, para ahli mulai menambahkan kompetensi tambahan yaitu mampu menguasai tekonologi pendidikan. Untuk membahas lebih lanjut tentang kompetensi pendidikan saat ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Suska Riau menggelar virtual conference dengan tema refleksi dan coaching penguatan kompetensi pendidikan melalui aplikasi zoom, Senin(20/7/20).

FTK Virtual Conference yang merupakan series-4 ini dibuka secara langsung oleh dekan FTK, Dr. H. Syaifuddin, S.Ag., M.Ag dan menghadirkan dua orang pemateri yaitu Abdul Hadi, S.Pd., MA., Ph. D dengan judul penelitian Ilmu Pengetahuan dan Ketrampilan mengajar dalam pendidikan keguruan, refleksi dari kasus pendidikan calon guru bahasa Inggris di Riau dan M. Fauzan Ansyari, S.Pdi., M.Sc dengan judul penelitian coaching dalam program pengembangan literasi data, interaksi, strategi dan artefak bersama Prof. Dr. Raihani M.Ed., Ph.D sebagai pembahas.
Sebagai pembahas pertama, Abdul hadi menjelaskan betapa pentingnya penyiapan ilmu pengetahuan dan ketrampilan mengajar calon guru sehingga setelah tamat bisa menjadi guru yang profesional.
Beliau juga menjelaskan bahwa ada beberapa temuan pada studi kasus pendidikan calon guru bahasa inggris di Riau seperti kurangnya kemampuan berbahasa Inggris para calon guru dalam mengajar bahasa Inggris, tidak seimbangnya komponen teori dan praktek dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris dan kurangnya upaya menghadirkan pengalaman belajar yang konstektual, relevan dan terpadu.

IMG-20200720-WA0014
Selain itu, Abdul Hadi juga memaparkan tentang refleksi temuan penelitian untuk pendidikan keguruan dimana secara kolektif, dosen LPTK perlu berperan sebagai role model dalam menterjemahkan teori-teori dalam bidang keilmuan prodi dan teori-teori tentang ketrampilan mengajar kedalam praktek-praktek profesinya. Administrasi dan pengelolaan program studi di lembaga pendidikan keguruan hendaknya dilaksanakan dengan merujuk pada teori-teori, kebijakan dan praktek-praktek baik dalam bidang keilmuan prodi masing-masing dan ketersediaan sumber daya pendukung implementasi pendidikan keguruan dalam bentuk fasilitas dan program pengembangan kapasitas dosen LPTK yang rutin dan berkelanjutan.
Sementara itu, Fauzan Ansyari sebagai pemateri kedua dalam pemaparannya menjelaskan bahwa coaching dalam pengembangan literasi data merupakan sesuatu yang sangat penting di dunia pendidikan dan sangat berkontribusi terhadap pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Literasi data dalam pendidikan merupakan kemampuan mengevaluasi dan menganalisis masalah pembelajaran secara sistematis, mengumpulkan dan menganalisis berbagai jenis data untuk membuat instruksional dan menerapkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar. Sedangkan pengembangan profesionalisme guru dalam pendidikan dengan coaching merupakan sebuah proses yang melibatkkan interaksi terstruktur, penggunaan strategi dan alat dan teknik untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan dan berkelanjutan.
Menanggapi apa yang disampaikan Abdul Hadi, Prof Raihani mengungkapkan bahwa tema yang disampaikan sangat menarik tapi kurangnya kemampuan berbahasa, senjang antara teori dan praktek dan pembelajaran yang tidak konstektual merupakan sesuatu yang expexted atau expextable.
“Kedepannya saya menyarankan adanya narraative experience dari mahasiswa dan dosen yang akan menjadi menarik bagaimana mereka memahami diri mereka, kemudian melihat dan memetakan problematika yang mereka hadapi, secara mendalam kita kaji orang per orang itu menjadi suatu input yang bagus bagi pengambil kebijakan untuk meningkatkan layanan mereka terhadap mahasiswa calon guru”. Ungkap Raihani.
Sementara itu Prof. Raihani saat membahas materi pembahas kedua mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan pembahas kedua sangat up to date. “ Apa yang disampaikan Fauzan, saya kira ini sangat up to date untuk kalangan guru dan dosen. Saya pikir ini sangat penting dikampanyekan terus, perlu diajarkan secara sistematis. Jangan hanya sebatas training-training biasa tanpa ada ukuran-ukuran keberhasilannya dan dampaknya”. Ungkapnya.
Nurahayati, M. Hum selaku panitia pelaksana FTK Virtual Conference menjelaskaan bahwa FTK Virtual Conference selanjutnya akan diadakan pada tanggal 29 Juli 2020.
Penulis : Azmi

About Jasnida Jasnida

Check Also

WhatsApp Image 2020-08-05 at 11.23.50

REKTOR UIN SUSKA RIAU DUKUNG POLDA RIAU DALAM MEMELIHARA KAMTIBMAS UNTUK MENYONGSONG PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 YANG AMAN, DAMAI SERTA KONDUSIF

uin-suska.ac.id  UIN Suska Riau kedatangan tamu dari Polda Riau yang diwakili oleh Karo SDM Kombes …