Home / Kolom Rektor / VISI, MISI dan PROGRAM KERJA Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag.,
2

VISI, MISI dan PROGRAM KERJA Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag.,

VISI MISI Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag., Rektor UIN Suska Riau Periode 2021-2025

Visi

  1. Terwujudnya universitas gemilang dan terbilang di tahun 2026. Upaya mewujudkan universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang gemilang dan terbilang di tahun 2026 dapat dibuktikan dengan adanya sinergitas dan kerjasama yang kuat di antara civitas akademika kampus Islami Madani. Semua sumber daya manusia (SDM) yang ada mesti memiliki spesifikasi dan kwalifikasi akademik yang teruji dengan kecakapan bahasa PBB secara lisan dan tulisan. Sebagai upaya pencapaian visi ini, maka Pusat Bahasa harus dialih fingsikan dari pembelajaran bahasa reguler (Arab dan Inggris), menjadi pusat training, workshop, dan sertfikasi bahasa dosen, pegawai, dan mahasiswa. Semua SDM yang ada di UIN Suska Riau harus mendapatkan perlakuan yang sama dan berkeadilan dalam keterlibatannya sebagai peserta workshopdan training di Pusat Bahasa tersebut. Apabila SDM yang ada telah memiliki kecakapan bahasa PBB dengan lisan dan tulisan, maka setiap prodi dapat membuka kelas-kelas bilingual dalam pembelajaran. Dengan bahasa yang kuat, pencapaian pembelajaran yang metodologis dan sistematik dapat diraih. Setelah UIN Suska Riau memiliki SDM dengan kecakapan bahasa PBB, maka kurikulum yang ditetapkan universitas, fakultas, dan prodi dapat disesuaikan dan direview berdasarkan kebutuhan masyarakat global secara integratif, agar supaya kemandirian, peningkatan daya saing, dan terbukanya peluang kerja dapat dicapai. Untuk memperkuat motivasi, inovasi, dan kreasi SDM UIN Suska Riau, maka reward dan penghargaan perlu diberikan kepada semua civitas akademika. SDM yang ada di UIN Suska Riau harus bersinergi dan saling asa untuk melahirkan prestasi gemilang yang berbilang dengan keterampilan yang dapat dibanggakan di pentas nasional dan internasional. SDM yang ada di UIN Suska Riau dapat berpacu, mengikuti workshop, menulis di jurnal internasional bereputasi, mengikuti academic writing, dan lain sebagainya. Karya tulis dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan harus mendapatkan pengawasan bertingkat dari prodi, fakultas/pascasarjana, dan universitas, hal ini perlu difollow up sebagai upaya membebaskan kampus UIN Suska Riau dari plagiarisme. UIN Suska Riau harus memiliki Station Journal yang terpusat dalam satu wadah, sehingga progress masing-masing jurnal terkawal dan memacu kebangkitan jurnal berindeks. Anggaran harus terdistribusi dengan baik dan tepat guna. Kegiatan yang menyedot anggaran besar dan tidak bersignifikan untuk pencapaian visi harus dihentikan. Kebersamaan adalah kunci meraih kesuksesan, oleh karena itu kepentingan yang syarat politis harus dieliminir, SDM yang ada harus diposisikan secara profesional dan proporsional, Kepentingan UIN Suska Riau tahun 2026 hanya satu, Change Toward Advance, berubah untuk maju.
  2. Terwujudnya universitas dengan pembelajaran integratif antara sains, seni, dan  budaya dengan Islam. Dalam membuktikan visi ini terwujud, maka semua civitas akademika harus memiliki mindsetyang sama mengenai kurikulum integasi. Kurikulum perlu diformulasi sesuai kepentingan integrasi. Untuk mewujudkannya misalnya; satu mata kuliah dapat diampuh oleh 2 atau 3 dosen dengan lintas keahlian (Islam dengan sains, sosial, ataupun seni, dan budaya) yang membuat kajian besama secara intensif mengenai penyusunan silabus, pembuatan RPS, penulisan buku, artikel, dan riset. Oleh karena itu workshop integrasi kurikulum harus dibuat terpadu, melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang bekerjasama dengan prodi-prodi.
  3. Terwujudnya universitas sebagai pusat Tamadun Melayu di Asia Tenggara. Provinsi adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan melayu, karenanya menjadikan UIN Suska Riau sebagai pusat peradaban adalah karakteristik yang harus ditonjolkan. UIN Suska Riau dapat bekerjasama dengan pusat-pusat kajian melayu di Asia tenggara, seperti Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, dan Selatan Thailand. UIN Suska Riau juga bekerjasama dengan beberapa pusat tamadun melayu di Nusantara, seperti Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Betawi, dan lain-lain sebagainya. SDM yang ada di UIN Suska Riau dapat mengumpulkan dokumentasi sejarah, berupa buku-buku, naskah-naskah, peninggalan sejarah kemelayuan dengan target memiliki musium yang lengkap mengenai melayu. SDM UIN Suska juga ada yang konsentrasi mengkaji tamadun melayu, meneliti, dan mempelajari keilmuan tamadun melayu di Universitas lain, seperti University Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Brunei Darussalam. Untuk tujuan ini, UIN Suska Riau perlu menghidupkan prodi Studi Islam Asia Tenggara yang dulu sudah pernah ada. UIN Suska Riau juga perlu mengembangkan (Institute for Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) menjadi lembaga penopang yang membantu terwujudnya Pusat Tamadun Melayu di UIN Suska Riau.
  4. Terwujudnya universitas berbasis riset, inovatif, dan integratif di Asia Tenggara. Untuk mewujudkan UIN Suska Riau sebagai Universitas riset yang inovatif, dan integratif, maka diperlukan SDM yang handal yang menjadi peneliti metodologis dan kualified. Oleh karena itu, UIN Suska Riau perlu melaksanakan kegiatan berupa workshop metodologi riset, workshop academic writing, dan workshop integrasi keilmuan secara berkala yang diperuntukkan untuk calon peneliti dan para dosen. Dengan Workshop ini, diharapkan mampu menggenjot hasil karya risetintegratif supaya terpublikasikan pada jurnal-jurnal berindeks dan buku-buku berkualitas nasional dan international.

 

Misi

  1. Mewujudkan universitas gemilang dan terbilang dengan karakteristik pendidik yang kualified, profesional, teruji, integratif, kapabilitatif, dan dedikatif.
  2. Mewujudkan universitas dengan pembelajaran integratif antara sains, seni, sosial dan  budaya dengan Islam dengan karakteristik lulusan yang beriman, bertaqwa, berpengetahuan integratif, dan penuh dedikasi.
  3. Mewujudkan universitas yang menjadi pusat Tamadun Melayu di Asia Tenggara. Untuk mewujudkan UIN Suska Riau sebagai pusat tamadun melayu, maka diperlukan unit-unit pendukung denganmembuka kembali Prodi Studi Islam Asia Tenggara (SIAT), mengembangkan ISAIS, mendirikan atau bekerjasama dengan musium sejarah yang ada di Asia Tenggara,  membuat forum kajian intensif dan riset spesifik mengenai tamadun melayu, dan mengumpulkan naskah-naskah, dan dokumentasi mengenai kemelayuan yang ada di musium nasional dan internasional.
  4. Mewujudkan universitas yang berkemajuan di bidang riset yang inovatif, dan integratif di Asia Tenggara. Untuk tujuan ini, UIN Suska Riau perlu mempebanyak kajian-kajian inovatif dan integratif dengan melaksanakan kegiatan seperti workshop, seminar, mengundang pakar, dan mengundang dosen tamu, penelitian kolaboratif, dan pembelajaran integratif antara Islam, sains, seni, sosial dan budaya secara bersinergis.

Program Kerja

Untuk Indonesia cemerlang, gemilang, dan berbilang maka komitmen perlu disinergikan yaitu dengan:

  1. Memberikan kenyaman; bekerja tanpa diskriminasi, tanpa hujat, dan tanpa kesumat. Civitas akademika UIN Suska Riau merasakan kenyamanan dan kesamaan hak yang berkeadilan. Dapat dilakukan dengan membangun silaturrahmi, berkomunikasi, dan berdiskusi/berdialog untuk mencapai tujuan yang baik, profesional, dan proporsional.
  2. Membuka peluang dan penawaran melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi; menuju prestise gemilang yang bermartabat. Civitas akademika UIN Suska Riau harus diberikan peluang berkarya dan menerima reward atas capaian prestasi.
  3. Membangun paradigma baru yang berkonsepsi, berkarakter islami, berakal  budi, dan bersistematik yang mesti  aplikatif, sinergis, dan integratif antara Islam, sains, seni, sosial, dan budaya.
  4. Civitas akademika dengan spesifikasi sains, sosial, budaya dan seni dapat diberikan workshop kurikulum dan strategi pembelajaran dalam rangka memperkuat visi integrasi UIN Suska Riau. Demikian juga dengan Civitas akademika dengan spesifikasi keislaman dapat diberikan kesempatan mengikuti workshop kurikulum dan strategi pembelajaran mengenai sains, sosial, budaya, dan seni.
  5. Merekonstruksi seluruh civitas akademika yang berkepribadian, mandiri, berwibawa, bersahaja, agamis, dan etik dengan aktualitas diri performantif, untuk melahirkan karakter akademis mumpuni.
  6. Membebaskan kampus dari praktek ilegal yang koruptif dan primordialisme-nepotisme dengan melaksanakan prinsip Good and Clean Governance.
  7. Menjunjung tinggi kebhinnekaan dan Pancasila sebagai dasar negara kesatuan Republik Indonesia.
  8. Mengikis habis praktek plagiarisme pada civitas akademika (Dosen, pegawai, dan mahasiswa), melalui pengawasan bottom up para mahasiswa, pegawai, dosen, dan pimpinan di tingkat prodi, fakultas, unit-unit, dan universitas.
  9. Menghidupkan budaya akademik dengan kejujuran ilmiah, responsible, dan integrated. Penempatan kerja struktural secara profesional dan proporsional.
  10. Setiap pimpinan (prodi, fakultas, unit-unit, dan universitas) membuat, merumuskan, dan mengembangkan renstra dan program kerja, hasil rumusan tim kerja untuk diimplementasikan dengan skala prioritas dan berdasarkan analisis yang tajam.
  11. Hasil perumusan dan hasil kerja pimpinan (prodi, fakultas, unit-unit, dan universitas)diawasi dan dievaluasi secara berkala.
  12. Pimpinan (prodi, fakultas, unit-unit, dan universitas) dapat diganti, apabila program kerja yang sudah disetujui (dengan penandatangan fakta integritas) tidak dapat diimplementasikan, dan atau tidak sesuai dengan rekomendasi tim pengawasan.
  13. Setiap pimpinan (Prodi, Unit, Fakultas, Universitas) harus menandatangani fakta integritas yang disediakan.
  14. Rektor dapat membentuk tim perumusan, pengembangan, dan pengawasan terhadap implementasi program yang termaktub dalam renstra UIN SUSKA RIAU. (SPI dan LPM)
  15. Dosen diberikan peluang yang besar untuk mengikuti pelatihan dan workshop peningkatan mutu akademik
  16. Membuka peluang kepada semua prodi dan keharusan memiliki jurnal terakreditasi, terindeks, dan bereputasi internasional
  17. Membuka peluang kepada semua civitas akademika untuk mengikuti pelatihan dan workshop secara profesional, proporsional, dan berkeadilan.
  18. Civitas akademika yang mengikuti workshop harus menyampaikan progress report dan output capaian.
  19. Peneliti wajib menerbitkan hasil penelitian dalam jurnal, buku, dan media ilmiah lainnya (nasional dan international).
  20. Dengan pertimbangan dan keseimbangan akademik dosen dapat diberikan kesempatan mengikuti program doktor.
  21. Dosen UIN Suska Riau sudah memenuhi kualifikasi S3 di tahun 2026
  22. Civitas akademika dapat diberikan keterampilan dan pelatihan bahasa, sehingga mampu menggunakan bahasa PBB dalam proses pembelajaran tahun 2026
  23. Civitas akademika harus memperoleh hak yang sama secara berkeadilan dalam pelayanan, dan pembagian job description
  24. Fakultas, prodi, dan unit yang ada di lingkungan UIN Suska Riau harus diberdayakan untuk kepentingan akademik secara bersinergis.
  25. Menjadikan Pusat Bahasa (PB) sebagai lembaga bahasa yang memiliki lisensi, dan dapat dijadikan lembaga sertifikasi bahasa PBB dan pelatihan, bukan pembelajaran reguler, dan menjadi lembaga penerjemah tersumpah
  26. Ma’had Jami’ah dapat menerapkan bi’a lughawi (zona bahasa) Arab dan Inggris, terutamanya mahasiswa baru, secara proporsional dan dikelola oleh para profesional di bidangnya dan dengan pengelolaan profesional.
  27. Setiap prodi dapat membuka kelas bilingual, untuk menampung mahasiswa dalam dan luar negeri.
  28. Setiap prodi dapat melaksanakan kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi dalam dan luar negeri serta lembaga pemerintah seperti staff academic exchange, staff non academic exchange, visiting professor, student exchange, article exchange, publishing, collaborative research, penjaringan siswa berprestasi daerah, upaya pembangunan orientasi akademik dengan pemerintah, dan lain-lain.
  29. Membangun parkir dosen, pegawai, dan mahasiswa yang representatif, tertib, dan aman. Jangan pernah bermimpi untuk mencapai World Class University kalau menajemen parkir tidak rapi.
  30. Menyediakan ruangan khusus bagi para Guru Besar yang tidak menjabat beserta sekretaris dan tenaga admin yang ahli IT di ruang Guru Besar yang akan membantu administrasi para Guru Besar, khususnya di bidang IT.
  31. Memberikan nama kepada setiap gedung-gedung kampus dengan nama-nama yang bernilai historis, filosofis, dan memiliki korelasi dengan kampus UIN Suska Riau.
  32. Memberikan kebebasan mimbar akademik kepada para akademisi dengan mengedepankan tanggungjawab akademik.

33. Memberikan kebebasan dalam rangka pembelajaran berdemokrasi kepada mahasiswa sebagai calon-calon pemimpon masa depan

About Jasnida Jasnida

Check Also

IMG_4425

Santun

Ketika beberapa hari lalu terjadi kemacetan yang agak lama di Jalan Raya Pekanbaru Bangkinang, banyak …