Home / Kolom Guru Besar

Kolom Guru Besar

Mengapa Kita Harus Berpuasa? (Prof. Dr. Syamruddin Nasution)

syamruddin

Sungguh manusia itu pada mulanya berada dalam keadaan suci bersih tanpa dosa bawaan. Hal itu tergambar dari arti sabda Rasulullah Muhammad SAW; “Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, suci bersih tiada dosa…” Jika sekiranya manusia itu dapat mempertahankan kefitrahannya maka dia selalu dalam keadaan tenang, tenteram, aman dan bahagia. Tetapi …

Selengkapnya >>

Puasa Momen Revolusi Mental (Prof. Dr. Ilyas Husti)

ilyas

Dalam sejarah Islam tercatat ada dua belas bulan dalam setahun. Namun terdapat satu bulan yang amat mulia. Yang diperuntukkan Allah bagi hambah-Nya. Yakni bulan Ramadan atau yang lebih populer di tengah masyarakat dengan sebutan bulan puasa. Bulan Ramadan disebut bulan puasa karena pada bulan itu umat Islam diwajibkan berpuasa. Yaitu …

Selengkapnya >>

Berinteraksi dengan Alquran (Prof. Dr. Akhmad Mujahidin)

00-akhmad-mujahidin

Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tiggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang …

Selengkapnya >>

Bulan Menuntut Ilmu (Prof Dr H Akbarizan MA MPd)

akbarizan

Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau Bila Ramadan datang kegiatan-kegiatan menuntut ilmu sangat banyak dan semarak. Te­levisi penuh dengan pengajian-pengajian yang menampilkan ustaz-ustazah yang mumpuni mulai sebelum sahur sampai waktu berbuka. Masjid dan musala mengisi pengajian-pengajian seperti kuliah lima menit (kulim) setelah Salat Subuh, dan santapan rohani …

Selengkapnya >>

’’Pembajakan” Nilai Jihad (Prof. Dr. HM Nazir Karim)

nazir karim

Tujuan puasa adalah mencapai ketakwaan. Ketakwaan adalah memelihara diri dari segala yang membahayakan dan menyengsarakan hidup, dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ketakwaan dapat dipandang sebagai ukuran derajat kemanusiaan manusia. Semakin tinggi ketakwaan seseorang, semakin tinggi derajat kemanusiaannya. Ketakwaan dalam arti sebenarnya mencerminkan bukan hanya ketakwaan pribadi, tapi juga …

Selengkapnya >>

Menyehatkan Ruhani Insaniyah (Prof Dr Khairunnas Rajab)

khairunnas

Ramadan sesuai makna sederhananya adalah pembakaran. Kata Ramadan menyiratkan tujuan pembakaran yang menghanguskan, dan melenyapkan segala yang negatif, keji, dan maksiat. Bulan Ramadan membakar, meng­hanguskan, dan melenyapkan semua dosa dan angkara murka yang melekat pada diri manusia. Apabila bulan Ramadan disebut sebagai bulan pembakaran, maka yang dimaksud adalah proses perbaikan …

Selengkapnya >>

Workshop On Basic Qualitative Research Methodology, Universiti Brunei Darussalam

a

Workshop On Basic Qualittive Research Methodology 25-26 April 2018, Universiti Brunei Darussalam Instructor: Profesor Raihani This Workshop is designed to equip participants  with key concept on qualitative methodology and methods in order for them to become effective qualitative researchers and policy makers. They will learn basic  differences between quantitative and …

Selengkapnya >>

Tasawuf Kurban (Prof. Dr. M Arrafie Abduh)

Guru Besar Tasawuf di Prodi Ilmu Akidah Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau Ibrahim Hajar Ismail bijakbestari Tauladan Idul Adha Khalilullahi Berkorban dengan takwa dan suci Hidup diberkahi dan diridhai Ilahi Dalam ajaran tasawuf/sufisme diformulasikan empat tingkat untuk menjadi seorang yang takwa yaitu melalui syari’at, tarekat, hakikat dan makrifat. Tasawuf adalah …

Selengkapnya >>

Godaan Ibadah Kurban (Prof. Dr. Syamruddin Nasution)

syamruddin

Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Suska Riau Ketika kedua anak Nabi Adam ‘Alaihissalam (AS), Qabil dan Habil disuruh Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) berkurban, maka berkurbanlah keduanya dengan niat yang berbeda. Menurut riwayat Ibn Abbas dan Ibn Umar, kedua mereka ini berbeda pekerjaan. Adapun Qabil bekerja sebagai petani sementara …

Selengkapnya >>

Mengapa Kita Dihina? (Prof. Dr. Alaidin Koto)

04-alaiddin-koto

Guru Besar Fiqh Siyasah (Politik Islam) UIN Suska Riau Ketika membaca berita tentang penghinaan dengan menggunakan sebutan “pribumi tiko” yang dilakukan oleh salah seorang calon penumpang  pesawat (warga keturunan) asal Indonesia saat antre di Bandara Changi, Singapura, terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zaidul Majdi, tanggal 9 April 2017, saya …

Selengkapnya >>